Titian Rapuh
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-24
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Aku tak pernah merasa jatuh cinta padamu, namun nyatanya aku sangat bahagia merenda hari, merajut cerita cinta bersamamu. Tatapan mesramu, riuh rekah tawa rayuan bahkan gombalmu terasa bagai simponi mengiringi tiap detik waktu. Malam gelap adalah selimut rindu bertabur bintang. Rembulan pun menyungging senyum ketika kutitip rindu malam untukmu. Senja pun melambai sebelum ia menghilang sembari berjanji esok hari akan kembali bersamamu.
Bersamamu adalah cinta yang mengalir kemana saja bahagia akan membawa kita. Tak ada penghalang, semua mengalir, meliuk sejuk menghalau dahaga kemarau kering, menyisakan rerumputan hijau penuh bunga warna-warni pada setiap aliran renjana hingga burung cinta pun cemburu.
Melalui hari bersamamu serasa cepat berlalu, membuai asa membuncah rasa hingga kita lupa kemana akan membawa cinta yang ternyata tak mungkin melalui titian rapuh di jalan keyakinan kita yang berbeda, kita tak bisa melangkah bersama dan harus merelakan bahagia terenggut fatamorgana.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan