Bunda Galau
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-55
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Sejak Senin, 21 September 2020, putri saya mengikuti Penilaian Tengah Semester secara Daring. Sebenarnya bukan pertama kali baginya dalam mengikuti ujian secara daring karena semenjak Corona melanda, saat itu dia sedang di penghujung kelas enam dan memang telah terbiasa dengan mengikuti pembelajaran maupun ujian secara Daring. Saya pun sudah terbiasa mendampinginya dalam kegiatan pembelajaran.
Namun, selepas sekolah dasar, ketika ia harus mengikuti pembelajaran online pada saat menginjak kelas tujuh SMP, semua serasa berbeda. Saya merasa terlalu banyak ingin tau. Saya makin galau. Dia semakin banyak teman dan semakin asyik dengan gawainya, saya khawatir jika ia menggunakan gawai lebih banyak untuk chatting dan menonton youtube.
Ada peraturan yang kami sepakati. Putri saya boleh menggunakan gawai selama pembelajaran berlangsung. Dia boleh start membuka gawai sejak satu jam sebelum pembelajaran untuk chatting atau memulai absensinya. Saya juga kurang paham kenapa dia berlomba lebih pagi mengisi absensi dengan teman sekelasnya. Mungkin dia merasa punya tanggungjawab sebagai sekretaris kelas. Hal ini bisa saya maklumi meski tak sepenuhnya rela, hehehe.
Menjelang Ujian, putri saya belajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Saya perhatikan dia mulai belajar sekitar jam tujuh malam dan selesai pada sekitar jam sembilan. Saya hanya mengawasi tanpa berkomentar meskipun cara belajarnya sangat beda jauh dengan saya dulu. Hehehe, anak saya yang sudah bisa belajar efektif atau saya yang dulu lemot ya? Entahlah …
Setelah shalat subuh dia melanjutkan belajar sampai pada pukul enam pagi, lalu dia minta ijin untuk menonton televisi. Tentu saja saya perbolehkan dengan syarat belajarnya telah selesai. Saya pun beraktifitas di dapur seperti biasa. Menjelang jam tujuh saya kembali menengoknya dengan membawakan segelas susu. Saya melihatnya sedang chatting di whatsapp.
“Kok chattingan?” suara saya hampir meninggi namun tertahan agar mood anak saya tidak kacau sebelum menghadapi ujian.
“Teman-teman mulai rame di grub, Bun. Semua pada ndak sabar nunggu ujian,” jawabnya tanpa menoleh.
“Ini susunya di minum, setelah itu segera mandi, selagi ada waktu seharusnya membaca-baca lagi materi dari guru bukan chatingan,” upps … Bunda ndak tahan juga akhirnya mengomel.
“Adek sudah baca, Bunda …,” Jawabnya berusaha membela diri yang bisa jadi dengan cara membaca sebentar itulah yang membuatnya paham dengan apa yang sedang ia pelajari.
“Ya sudahlah, yang penting kamu paham, sayang,” gumam saya dalam hati yang penuh rasa khawatir melihat para bocah saat ini lebih dekat dengan gawai dari pada dengan orang tua dan lingkungannya.
Bagaimana pun, saya tak punya pilihan selain harus tetap mendapingi kegiatan belajar si buah hati secara daring. Semoga keadaan segera normal sehingga putra-putri kita bisa bertumbuh kembang secara normal bersama lingkungan di dunia nyata bukan maya. Aamiin …
alung, 22 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
