Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Curhatan Bunda
hermin.gurusiana.id

Curhatan Bunda

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-54

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Kehadiranmu adalah hadiah besar yang diberikan Allah kepada Ayah-Bunda setelah perjuangan dan do’a selama tujuh tahun. Merasakan detak jantungmu pertama kali adalah desiran cinta luarbiasa yang tak dapat terlukiskan kata kecuali airmata haru kebahagiaan. Setiap saat dalam perjalanan tumbuh kembangmu adalah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Menjagamu bagai mutiara adalah hal terpenting sebagai kewajiban Ayah-Bunda mengemban amanah titipan Allah.

Kebahagiaan dan kecemasan bercampur aduk dalam mengiringi langkahmu meniti dunia. Halumma Chalisa Fachira, terlahir secara Caesar dengan bobot 3,50 kg dan panjang 51 cm. Tangisan pertamamu membahana memberi tanda kebahagiaan setiap relung. Hari-hari Ayah-Bunda menjadi lebih bermakna dan bersemangat dengan kesibukan baru yang tak pernah membuatku lelah.

Semua perhatian bermuara pada bening mata indahmu, sayang. Merengkuhmu dan menimangmu dalam selendang adalah hal ternyaman dan teraman ketika kau balita. Memberimu Asi adalah hal paling membanggakan yang pernah terjadi dalam sejarah hidup Bunda. Ketika kau sakit, maka seluruh dunia serasa redup. Ingin kugantikan sakitmu. Tak rela hati Bunda melihatmu tak ceria. Terjaga untukmu semalaman adalah hal paling sederhana dan ringan demi menjagamu tetap nyaman dalam dekapan.

Seiring waktu, kau kini tumbuh menjadi remaja. Di mata Bunda, kau adalah putri tercantik yang harus tetap kami jaga. Terbesit kecemasan dalam kebahagiaan mendampingi langkahmu yang semakin cepat dan kuat. Tangan ini semakin tak cukup untuk merengkuhmu dalam pelukan. Langkah ini akan melemah seiring usia dan tak lagi mampu mengiringi langkahmu yang penuh irama dan semakin jauh. Pangkuanku tak lagi nyaman bagimu untuk kutimang.

Harapan dan do’a terbaik inshaAllah tak perah putus dari bibir Bunda yang lebih sering kau dengar mengomel daripada bercanda. Ma’afkan Bunda yang tak lagi nyaman untukmu. Ma’afkan Bunda yang lebih sering berkata “jangan” daripada “iya”. Ma’afkan Bunda yang tak asyik kau ajak bermain atau jalan-jalan. Ma’afkan Bunda yang tak asyik mengganggu kesenanganmu berteman gawai. Ma’afkan Bunda yang lebih khawatir jika kau terlambat shalat daripada ketinggalan berita terkini dunia yang kini ada dalam genggaman.

Andai bisa, ingin kuhalau semua yang akan menghalangi langkahmu. Andai bisa, akan kupasang badan sebagai pagar untuk melindungimu. Andai bisa, aku ingin menjadi bodyguardmu kemanapun kau pergi. Namun sungguh tak mungkin, karena itu hanya akan membuatmu lebih terkungkung dalam kecemasan Bunda. Lagipula, Bunda tak akan hidup selamanya untuk selalu menjagamu. Tak ada pilihan selain membebaskanmu bertumbuh-kembang dalam rengkuhan kasih sayang sang Maha Pelindung.

Hanya do’a penuh harap seantiasa kupanjatkan agar cerdas akalmu dan lembut hatimu. Semoga sholehah menjadi penyejuk hati. Hanya kepada Allah, Bunda berpasrah atas segala perlindungan di mana pun kau berada dan kapanpun, kini dan nanti. Aamiin.

Bunda sangat menyayangimu, sayang …

Balung, 21 September 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post