Jingga Cinta Senja
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-37
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Lama sekali aku tak mengunjungi pantai ini. Kesibuakan menenggelamkanku dalam kejaran waktu. Kini, pensiun memberiku kesempatan kembali menikmati jingga matahari, menghirup aroma pasir dan riuh rendah gelombang pecah mencumbu karang. Angin sepoi memainkan hijabku, melambai menyapa pantai.
Jingga matahari menghangatkan renjana cinta dalam derai tawa dan celoteh anak cucu dalam lingkaran bahagia. Keriput tanganmu tetap kekar melingkar di bahuku yang tak lagi tegap. Dalam samar penglihatan di balik kacamata tuaku kau tetap tampan dengan janggut memutihmu. Lamban dan gemetar kita melangkah bersama menikmati senja sore itu.
Sepanjang mata memandang, senja temaram menenangkan camar yang pulang, melengkingkan rindu tak berbatas waktu. Senja makin kelam berganti malam, pekatnya menghadirkan bintang. Kerlip lampu di seberang menyadarkan lamunan. Terucap doa semoga senja juga menghangatkanmu di sana.
Balung, 5 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
