Mahkota Palsu 24
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-47
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Kisah sebelumnya :
Akung berusaha menenangkan kegalauan Dewa yang kurang bisa menerima acara lamaran Tiyok kepada Nela, mamamnya. Namun setelah Akung menasehatinya, Dewa mulai belajar menerima. Ia tak ingin rasa kasih sayang dan perhatian mamanya berubah pada dirinya juga pada yanti. Dewa berharap agar calon suami mamanya adalah orang yang benar-benar baik dan bisa membahagiakan mama dan keluarga besarnya.
***
Akung benar, rasa sayang dan cinta pada mamanya yang harus dimenangkan. Do’a terbaik mengiringi acara lamaran yang hanya dihadiri enam orang saudara dari pihak keluarga Tiyok, berbanding terbalik dari keluarga besar Nela. Di antara keluarga Tiyok tidak tampak ayah atau ibunya, hanya saudara dan temannya.
“Mohon ma’af, kedatangan kami tidak bisa menghadirkan ibu karena beliau sedang kurang sehat, sedangkan bapak saya telah meninggal,” kata Tiyok membuka pembicaraan pada acara lamaran itu. Raut wajah Akung tampak mulai bimbang karena dari penjelasan Nela, orang tua Tiyok masih lengkap keduanya, namun Akung tetap menetralkan emosinya demi menjaga agar suasana lamaran tetap khidmad. Dan diluar dugaan, Tiyok meminta untuk segera menikah dengan Nela.
“Kami menyambut gembira atas keinginan Nak Tiyok untuk segera menikah dengan Nela. Namun kami butuh waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” jawaban Akung seolah ingin memperlambat pernikahan Nela. Sepertinya ada yang mengganggu pikiran Akung melihat gaya bicara Tiyok dan penampilannya yang perlente. Kesan pertama bagi Akung, Tiyok terlalu sombong dan tidak apa adanya, apalagi kehadiran kelurganya yang hanya dihadiri oleh dua orang saudara dan temannya.
Lamaran itu menyisakan pikiran berat bagi Akung. Mengapa Tiyok mengatakan jika ayahnya telah meninggal padahal masih hidup, dan mengapa pula hanya sedikit pengiring lamaran yang hadir? Padahal menurut cerita Nela, Tiyok adalah keluarga besar dengan lima bersaudara. Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga Tiyok?
Mengapa terkesan ada hal yang ditutupi? Siapa sebenarnya Tiyok dan keluraga besarnya? Semua masih misteri yang menggelayut di benak Akung, demikian pula dalam pikiran Uti. Akankan lamaran itu akan berlnjut ke pelaminan? ( Bersambung …)
Balung, 14 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
