Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 26
www.google.com

Mahkota Palsu 26

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-51

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Waktu berselang, Ramadhan pertama untuk keluarga baru Nela dan Tiyok. Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap Ramadan, penyakit Nela selalu kambuh. Tiap makan buka dan sahur ia selalu mual sehingga harus disuapi di tempat tidur dengan posisi rebah. Almarhum suaminya sangat telaten dan tidak masalah dengan penyakit manja Nela.

Namun Ramadhan kali ini akan berbeda dengan suami barunya, Mas Tiyok sudah pasti memiliki karakter berbeda. Dari keseharian selama menikah, ayah dan ibu Nela bisa menyaksikan perbedaan perhatian sang suami baru.

“Selama Ramadhan, kamu ndak usah masak sendiri, kita buka sahur bersama saja. Toh biasanya kamu kan sulit makan di bulan puasa?” kata Uti pada Nela sebagai wujud kekhawatirannya melihat kebiasaan-kebiasan Tiyok yang sepertinya tak suka memperhatikani tetap harus diperhatikan dan dilayani. Sungguh bertolak belakang dengan karakter almarhum. Nela lebih sibuk memperhatikan kedua anak Tiyok yang masih kecil-kecil, sementara Dewa dan Yanti tetap dalam asuhan Akung dan Uti. Fatma pun tak bisa tinggal diam untuk kedua ponakan kecil itu.

Tentu saja tawaran Uti diterima dengan senang hati oleh Nela. Dan sudah menjadi kebiasaan keluarganya pada setiap Ramadhan selalu makan buka dan sahur bersama dengan cara menggelar karpet di dekat ruang makan, di tempat yang lebih luas dan nyaman karena biasanya Ramadhan lebih berkesan dengan makan bersama-sama dengan beraneka menu masakan ibu.

Menjelang waktu berbuka puasa, sudah terbiasa semua berkumpul dan mengambil posisi masing-masing di depan hidangan di atas karpet itu.

“Suamimu mana?” tanya Akung sambil melongokkan kepala ke arah kamar Nela di seberang dapur.

“Mungkin masih asyik nonton TV, biarin saja, nanti pasti ke sini,” JAwab Nela datar seperti biasa ia memang tak bisa memikirkan orang lain kecuali dirinya.

“Coba kamu panggil, mungkin dia masih malu untuk bergabung bersama kita,” sambung ayah sambil melirik kedua anak kecil cucu barunya yang mulai tampak dekat dengan Akung yang sabar dan penuh kasih sayang pada anak-anak.

Nela pun beranjak ke rumahnya yang memang masih satu bangunan dengan rumah orang tuanya. Hati Nela berkecamuk karena nyatanya, sang suami tak pernah solat dan tidak menjalankan ibadah puasa.

“Mas, diajak buka bersama oleh Bapak dan Ibu,” ucap Nela dengan wajah kusut.

“Halah, bilang saja aku sudah kenyang,” sahut Tiyok tak berhenti menghisab rokok sambil terus menonton televise. Taka da raut wajah sungkan sidikit pun meski dia tidak berpuasa. Nela kembali dengan rasa tidak nyaman.

“Mas Tiyok tidak biasa buka puasa langsung, katanya dia biasa membatalkan puasa dengan air putih lalu solat. Dia baru makan nanti saja setelah tarawih,” Nela berbohong demi menutupi kebiasaan suaminya. Sementara Fatma hanya menunduk, ia menangkap kkeganjilan kalimat0kalimat kakak manjanya itu. Namun ia berusaha untuk tetap berbaik sangka semoga apa yang disampaikan mbak Nela memang benar adanya.

“Suamimu berarti sudah terbiasa berpuasa, ya? “tanya Akung lebih lanjut.

“Mungkin,” jawab Nela tak berani menatap sang Ayah yang juga menahan hati untuk tidak berburuk sangka. Bedug maghrib berkumandang, Ayah pun memimpin doa berbuka puasa yang disambut ucapan ‘aamiin’ oleh seluruh anggota keluarga termasuk dua bocah laki-laki yang sedari tadi telah asyik menikmati es buah buatan Uti. Tampak jelas mereka belum terlatih berpuasa, bahkan sepertinya belum kenal dengan suasana Ramadhan.

Sampai kapan Nela akan menyembunyikan keaslian watak Tiyok? ( Bersambung …)

Balung, 18 September 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post