Sepenggal Surat CInta
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-62
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Cinta …
Ma’afkan aku tak mampu merenda cerita bersamamu.
Bukan kehendakku, juga bukan kehendakmu.
Kita tak mampu taklukkan waktu.
Jangan pertanyakan rinduku padamu, semua bukan hanya tentang rasa.
Tetapi aku wajib menghormati ikrar sucimu bersamanya
Sudahlah cinta … tak perlu kau ceritakan hatimu.
Ma’afkan ketidak mampuanku menempatkanmu dalam luka.
Kurelakan kau dengan segala rasa perih di atas luka.
Semua adalah kehendak sang Maha Pengatur segalanya.
Aku bersyukur atas kebahagiaanmu.
Aku juga bersyukur masih dipertemukan denganmu.
Meski semua tak lagi sama.
Aku sengaja membelikanmu mukenah dan sajadah serta seperangkat alat solat yang
harusnya kuberikan padamu limabelas tahun lalu.
Aku berharap, rindu ini terlipat dalam untaian do’a-do’a kita.
Semoga keluargamu bahagia, demikian pula dengan keluargaku.
Bahagiamu, adalah bahagiaku …
Tertanda,
“Aku yang terlambat membahagiakanmu “
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
