Hanya Ingin Bersamamu Malam ini
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-65
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Kesibukan dua hari kemarin membuat pertemuanku dengannya semakin sempit. Aku hanya bisa memberinya pelukan dan rayuan lembut saat membangunkannya dari tidur agar ia segera bergegas menunaikan shalat shubuh. Selebihnya, aku tenggelam dalam kesibukan memasak dan bersiap diri untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Pada sore hari tentu saja aku sudah lelah, meski tetap berusaha menanyakan apa saja yang dia lakukan seharian.
“Sini sayang, bersandar di lengan Bunda, kita leyeh-leyeh sambil nonton TV, Yuk!” Ajakku sembari menyamankan posisi sandarannya dalam pelukanku. Aku pun bersandar di tumpukan bantal memposisikan diri senyaman-nyamannya. Dan seperti biasa celotehnya mengalir meski aku kurang fokus mendengarkan karena mulai mengantuk. lagi-lagi terbesit perasaan bersalah atas waktu yang terlewat tanpa bersamanya.
Oleh karenanya, malam ini aku tak ingin melakukan hal lain kecuali bersamanya. Urusan lain sementara kutunda, no laptop, no gadget. Urusan makan malam bisa makan di luar bersama, itung-itung juga untuk kebersamaan. Namun betapa kagetnya aku, tak ada siapa-siapa dalam pelukanku. Tak ada orang di rumah, hanya televisi yang tetap menyala. Rupanya, anakku dan suamiku sedang keluar membeli nasi goreng untuk makan malam, mereka meninggalkanku ketika aku tak sengaja terlelap.
Balung, 2 oktiber 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
