Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 42

Mahkota Palsu 42

(Menelusur Dusta)

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-85

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Tiba-tiba handphone Nela berdering. Ia pun buru-buru mengangkatnya, ia kira itu pasti dari Tiyok. Namun dugaannya meleset karena yang menelpon ternyata Akung sang Ayah.

“Sudah sampai di rumah Tiyok?” Suara Akung terdengar khawatir.

“Belum, Kung, Aku masih menunggu Mas Tiyok di terminal, katanya sudah di jalan,” Nela harus berbohong untuk melegakan hati ayahnya yang pasti sangat khawatir.

Ya, wes, nanti kalau sudah sampai kabari,” kata Akung mengkhawatirkan Nela yang menurutnya kurang pantas jika perempuan mengejar laki-laki. Tapi apa hendak dikata, Nela tak mudah menerima nasihat.

“Udah dulu ya Kung, aku sudah dijemput.” Nela berbohong lagi. Ia segera menutup telponnya karena khawatir ayahnya menanyakan banyak hal lebih lanjut yang akan membuatnya bingung mau menjawab apa. Hatinya semakin gelisah tanpa kabar dari Tiyok. Ia ingin naik taksi saja menuju alamat rumah suaminya, tapi ragu-ragu khawatir Tiyok menjemput.

Hampir dua jam Nela menunggu tanpa kepastian. Ia coba lagi menelpon suaminya yang misterius itu. Masih juga tak diangkat. Nela kembali duduk di kursi tunggu penumpang di depan peron dua.

“Belum dijemput, mbak?” kata seorang sopir taksi yang memperhatikan gerak-gerik gelisah Nela. Nela tergagap, ia tak ingin berbincang dengan orang tak di kenal.

“Naik taksi saja, mbak, saya antar sampai tujuan,” kata sopir itu lagi, rupanya dia merasa iba kepada Nela yang sejak tadi tak kunjung dijemput. Sementara ia telah beberapa kali mengantar dan menjemput penumpang, namun ia melihat Nela masih di tempat yang sama.

“Jangan khawatir, mbak, saya orang baik-baik. Saya yang tadi menawari mbak naik taksi. Sudah beberapa penumpang saya antar jemput, namun saya perhatikan, mbak tetap belum ada yang menjemput,” Sopir taksi itu mencoba meyakinkan Nela yang tampak gelisah. Nela hanya menghela napas panjang, akhirnya ia memutuskan naik taksi saja menuju rumah Tiyok, ia tak ingin tetap di terminal sementara hari semakin beranjak malam.

“Mama naik taksi saja! Capek nunggu papa gak jelas!” Nela mengirim pesan whatsapp pada Tiyok. Akhirnya ia pun naik taksi menuju rumah Tiyok. Hatinya sedikit lega membayangkan sebentar lagi ia akan tiba di rumah Tiyok yag luas di pinggir jalan. Sesuatu yang dianggap “wah” memiliki rumah besar dengan halaman luas di kota Surabaya yang semakin penuh sesak dengan penduduk.

Akhirnya taksi berhenti di alamat yang dituju. Di depan sebuah rumah tak begitu besar, ada sebuah toko sembako di sebelah kiri halamannya. Nela turun dari taksi tepat di depan toko itu.

“Permisi Bu, apa benar ini rumah Pak Tiyok?” tanya Nela sambil menyodorkan sebuah foto pada pemilik toko itu. Maklumlah, sejak pertemuannya dengan Tiyok sampai menikah, tak sekalipun Nela tau rumah Tiyok. Setiap pertemuannya di Surabaya selalu di tempat makan atau café mewah. Beribu alasan Tiyok agar Nela tak perlu ke rumahnya. Ia hanya berjanji setelah menikah saja akan membawa Nela ke rumahnya.

“Oh, Mas Tiyok? Rumahnya di sebelah ini, mbak, yang itu,” kata ibu pemilik toko sambil menunjuk sebuah rumah lebih kecil di samping kanan toko.

“Terimaksih, Bu,” ucap Nela dengan hati bertanya-tanya mengapa tak seperti yang pernah Tiyok ceritakan. Tapi nasi telah menjadi bubur. Nela tak bisa mengurungkan niatnya, dia terlalu lelah untuk berpikir.

Benarkah itu rumah Tiyok? Bersambung …

Balung, 22 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post