MENGATASI KENDALA DALAM PJJ
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-72
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
Pandemi Covid -19 telah memaksa kita semua pada keadaan serba tidak nyaman. Pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media online tidak sepenuhnya bisa terlaksana dengan baik. Banyak kendala dan keluhan dari siswa maupun orang tua yang dampaknya juga tentu terhadap guru. Tidak semua siswa, orangtua dan guru siap dalam melaksakan hal tersebut. Kita semua tidak punya pilihan, karena kondisi ini akan kita jalani bersama entah sampai kapan.
Untuk memudahkan kendala dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, sekolah kami telah melakukan beberapa hal :
1. Meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan IT.
2. Memaksimalkan pelayanan pelaksanaan pembelajaran Daring maupun Luring kepada siswa:
a. Menghubungi siswa dan atau orang tua jika siswa sering tidak mengikuti pembelajaran daring dilihat dari absensi, respon harian dan pengumpulan tugas.
b. Memberi pelayanan pembelajaran Luring di sekolah luring kepada siswa yang dengan berbagai kendala tidak bisa mengikuti pembelajaran Daring, tetntu saja dengan memperhatikan protokol kesehatan.
c. Mendatangi siswa yang benar-benar hilang dari pantauan kegiatan daring.
Namun upaya tersebut masih belum cukup untuk memaksimalkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh. Entah alasan, entah kendala, masih menjadi penghalang kelancara kegiatan belajar siswa. Dan yang lebih memprihatinkan adalah menurunnya etika sopan santun dalam berkomunikasi terhadap guru selaku orangtua kedua bagi siswa.
Dari beberapa hal tersebut, kami tak patah semangat untuk terus memberi tautan pertolongan agar putra-putri kita tetap bisa belajar dan tetap memiliki karakter positif dalam ucapan maupun tindakannya. Sekolah kami berencana menggunakan sebuah buku penghubung yang akan menjadi panduan sekaligus jembatan antara siswa, orang tua dan guru agar tercipta kerjasama yang baik dalam mengiringi siswa dalam menjalani pembelajaran jarak jauh.
Dengan penggunaan buku penghubung yang kami beri nama “Buku Tautan Kasih Sayang” diharapkan dapat memberi panduan kegiatan positif harian terhadap siswa yang diketahui orang tua dan untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk meningkatkan motivasi dan tanggungjawab siswa dalam melakukan kegiatan sehari-hari, khususnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh. Bagi orang tua, buku tersebut dapat dijadikan panduan kegiatan dalam mendampingi putra-putri mereka dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Balung, 9 Oktober 2020
(Sumber inspirasi:
SDI Fullday Baitul Izzi Balung,
Artikel Bapak Ali Harsojo di gurusiana pada tanggal 11 September 2020 tentang “Memanfaatkan Buku Penghubung untuk Survey Karakter Siswa"
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
