Tak Bisa Memilih
Oleh Hermin Agustini
#Hari ke-75
#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana
“Dasar anak durhaka!” teriak perempuan tinggi besar yang kini seluruh badannya mulai sulit digerakkan akibat Parkinson yang terus menggerus syaraf-syarafnya. Matanya membelalak kejam sambil mengumpat anak sulungnya yang sedang berkacak pinggang tak mau kalah beradu teriak dengan ibu kandungnya. Seluruh kebencian membuncah dari tatapan dan umpatan mereka.
Aku yang bersiap mengantar ibu berobat sejenak terperangah menyaksikan pertengkaran itu. Meski bukan hal yang pertama dan bahkan telah sering terjadi, namun kali ini sungguh otakku tak mampu melogikakan peristiwa yang terjadi di hadapan mata. Aku berusaha menenangkan kakak iparku agar tak semakin tersungkur ke dalam kubangan dosa durhaka. Aku juga berusaha agar ibu segera masuk mobil agar keadaan tak semakin panas. Hujan deras sore itu tak mampu mendinginkan kedua hati yang kering rasa cinta.
Mobil melaju pelan dengan jarak pandang tak lebih dari dua meter karena hujan semakin deras. Aku ingin kembali, namun tak mungkin karena ibu telah membuat janji dan harus ditepati. Sisa omelannya masih tak berhenti, ia pun menyalahkan aku telah memberi tau mbak ipar tentang keinginan ibu terapi. Tak habis pikir, mengapa aku malah di posisi yang salah? Bukankah wajar jika aku meminta ijin kepada yang punya ibu agar tak disalahkan jika terjadi hal tak diinginkan setelah terapi? Dengan menahan seluruh urat emosi aku menjelaskan bahwa ibu dan mbak Ipar adalah dua orang yang sama-sama ingin ku hormati. Entah keberapa kalinya aku menyampakan hal ini, namun tetap saja tak mampu menyatukan hati-hati gersang hampa kasih sayang.
Balung, 12 Oktober 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
