Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Kanker Menyerang Guruku
hermin.gurusiana.id

Ketika Kanker Menyerang Guruku

#HGN 2020

#Tantangan GuruSiana

Oleh Hermin Agustini

"Jadilah guru sepenuh hati atau tidak sama sekali" Sebuah tulisan yang menempel di balik daun pintu laci meja guru yang saya tempati sejak tahun 2005 dan masih tetap tertempel sampai saat ini. Tulisan itu bukan saya yang menulisnya, melainkan seorang guru bernama Ibu Yatmini yang telah berdinas sebagai guru bahasa Indonesia sejak SMP Negeri 1 Balung masih baru didirikan. Entah tahun berapa tepatnya beliau mulai berdinas di sana. kabarnya sejak masih lajang beliau telah bertugas di SMP tersebut.

Bu Yat demikian panggilan akrab beliau, bukanlah guru pada saat saya bersekolah, melainkan seorang teman, sahabat, saudara, bahkan bisa disebut sebagai ibu bagi saya. Sejak pertemuan pertama, pada tahun 1998 ketika saya ditempatkan sebagai guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Balung, beliaulah yang mengenalkan saya pada lingkungan sekolah bahkan menempatkan saya di tempat kost yang baik ketika beliau kost sebelum menikah.

Sosok Bu Yat menjadi tauladan bagi semua guru, khusunya bagi saya sebagai guru baru. Secara langsung maupun tidak langsung, beliau mengajarkan banyak hal kepada saya. Kesabarannya mengajar, kesabarannya dalam menghadapi siswa maupun menghadapi masalah antar teman serta masalah-masalah kehidupan adalah pelajaran yang sangat berharga yang membuat saya merasa lebih bermakna. Ketegaran, ketegasan dan kesabaran beliau dalam menghadapi berbagai persoalan hidup adalah hal yang saya pelajari dari beliau. Itulah sebabnya, saya merasa bahwa beliau adalah guru saya, bahkan sampai hari ini.

Berat hati saya ketika beliau harus berpindah tugas ke sekolah lain di kota. Saya merasa kehilangan sahabat sekaligus ibu guru. Hati saya semakin pilu katika mendengar berita bahwa beliau didiagnoza menderita kanker payudara. Tak ada yang bisa saya nasihatkan kepada penasihat saya, kecuali berdo’a agar beliau bisa sembuh terbebas dari penyakit itu, meskipun kita semuanya tau bahwa penyakit tersebut adalah salah satu penyakit perenggut nyawa dan masih tergolong sulit diobati.

Sebagai manusia biasa, tentulah beliau tak selamanya tangguh, apalagi mengetahui penyakit ganas sedang menggerogoti kesehatannya, beliau pun diliputi rasa khawatir dan sedih yang mendalam mengingat putri beliau satu-satunya masih bersekolah di bangku kuliah, beliau khawatir tidak bisa mengantar apalagi menyaksikan kesuksesan dan kebahagiaan putrinya. Namun beliau tidak ingin terseret dalam arus negative itu. Dengan sepenuh semangat beliau mencari cara melawan penyakitnya.

Sejak itu, tepatnya pada tahun 2009, beliau langsung mengikuti pengobatan dokter secara disiplin. Beliau menjalani tiga kali operasi dan enam kali kemotherapy serta satu kali pengobatan radiasi. Semua beliau lakukan dengan penuh semangat dan penuh ketelatenan serta kesabaran. Beliau menjalani pengobatan rutin sendiri, bukan tidak mau diantar oleh keluarganya, tetapi beliau tidak ingin merepotkan siapapun. Bagi beliau, yang terpenting adalah kembali sehat. Sekali lagi, kesabaran dan kegigihannya menjadi tauladan bagi saya.

Beliau bangkit bahkan mengambil seluruh hikmah dari sakitnya serta tetap selalu perduli kepada orang lain khususnya sesama penderika kanker, sehingga beliau tergabung dalam komunitas pasien onkology dan lovepink Jember untuk saling berbagi dan memotivasi sesama penderita kanker. Semangat beliau yang mampu bangkit dan bahkan mampu sembuh dari penyakit menakutkan ini telah banyak memberi pembakar semangat bagi penderita lain, hingga pada tahun 2019 beliau dinyatakan sembuh meski tetap harus menjalani pemeriksaan rutin meski setahun sekali.

Suatu ketika, dokter menyatakan ada kista berukuran 12 x 10 cm menutupi ovarium kanan saya, dan hanya operasi yang menjadi jalan satu-satunya. Hari itu saya tak sanggup berbicara, bahkan kepada suami, saya tak sanggup menyampaikan jika saya harus merelakan ovarium kanan diangkat, padahal saya masih baru memiliki satu putri semata wayang.

Dalam diam saya mengirim pesan whatsapp pada beliau dan meminta waktu untuk bertemu. Beliau yang sangat perduli dan penyayang itu mengiyakan permintaan saya. Tak ada kata yang bisa saya ucapkan, ketika bertemu beliau saya langsung memeluknya dan membenamkan wajah ini dalam pelukan beliau. Isak tangis saya mewakili seluruh kesedihan yang tertumah hari itu.

Beliau sangat sabar menunggu hingga saya tenang untuk bicara, dengan seksama dan masih tetap menyungging senyum, nasihat beliau selalu menenangkan.

“Sudah, saat ini ndak usah mikir macem-macem, terpenting kamu mikir sembuh dan ikuti saran dokter,” dengan bijak beliau memberi banyak nasihat dan sekaligus solusi langkah apa saja yag harus saya tempuh dalam menuju sehat sampai hari ini. Support beliau selalu menginspirasi dan memotivasi. Saya selalu bersyukur kepada Allah yang telah mempertemukan beliau kepada saya sehingga saya bisa mentauladani banyak hal positif kepada beliau.

Beliau tak hanya menjadi guru bagi saya dalam hal menghadapi siswa dan bagaimana mengemban tugas serta tanggunjawab Negara, namun beliau juga mengajari banyak hal dalam kehidupan. Terimakasih Bu Yat, kau guru hebatku. Semoga Allah senantiasa memberimu sehat, bahagia, barokah umur dan dalam lingungan Allah SWT.

Kepada seluruh guru saya, baik guru di sekolah maupun guru mengaji, ataupun guru dalam kehidupan sehari-hari, baik yang dekat maupun jauh, untaian do’a menyertaimu, guruku. Semoga semua ilmu dan kebaikanmu menjadi ladang pahala bagimu, kini dan nanti.

Kepada para guru yang telah berpulang ke Rahmatullah, semoga segenap amal ibadahmu menjadi curahan kasih sayang Allah yang tiada batas. Aamiin Ya Robbal alaamiin.

SELAMAT HARI GURU!

Balung, 25 November 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post