Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Maaf, Malam ini Aku tak Sanggup
www.google.com

Maaf, Malam ini Aku tak Sanggup

Oleh Hermin Agustini

# Tagur hari ke-121

“Setiap manusia punya rasa cinta yang mesti dijaga kesuciannya …,” sebuah nada panggilan favorite berjudul Bidadari surga beberapa kali berdering di gawaiku. Siapa sih pagi-pagi sudah menelpon? Semoga saja kabar baik, batinku ketika buru-buru menggapai gawaiku yang kuletakkan di rak piring. Maklumlah, aku tergolong emak-emak yang tak bisa jauh dari gawai, karena meskipun sibuk di dapur, pasti aka nada saja yang munkin aku foto untuk update status, heheh…

“Hey! Apakabar? Oh iya assalamu’alaikum.” sapa seseorang dari seberang.

“Hay ada apa? Iya walaikum salam,” jawabku sambil cekikikan karena ternyata yang menelpon adalah sahabat sekolahku yang sudah lama sekali kami tidak saling sua secara langsung apalagi sejak pandemic.

“Eh, Nya! ayok merapat ke teman kita sekarang lagi mengikuti pameran di Jember,” cerocosnya tanpa jeda. Tawa kami pecah sambil terus melakukan aktifitas memasak masing-masing.

“InshaAllah tak upayakan hadir, mumpung dekat dengan rumahku,” jawabku ikut nyerocos kesana kemari.

“Ya udah lanjut masak dulu ya, ntar lagi langsug meluncur TKP,” lanjutku, meskipun sebenarnya tadi pagi aku telah punya janji dengan dua orang yang akan datang ke rumahku karena kepentingan tertentu, namun demi kesempatan bertemu teman-teman SMADA dalam komunitas Neng-Nget, aku segera menghubungi keduanya untuk menunda kehadiran mereka.

Akhirnya, kami pun bertemu, meski hanya dengan empat orang namun serasa mengembalikan kenangan ke masa SMP. Ketemu kangen itu berakhir pada jam satu siang setelah seperti biasa ditandai dengan makan-makan bersama. Meski masih banyak cerita yang ingin terburai bersama canda, namun aku harus segera pulang karena harus menyiapkan masakan untuk menu pengajian.

Waktu berlalu demikian singkat dan padat dengan kegiatan, sementara aku belum menulis tantangan. Jam telah menunjukkan pukul 08.30 ketika pengajian berakhir. Biasanya aku harus bersih bersih dan mencuci piring sampai tuntas sebelum tidur pulas.

Namun malam ini beda, aku tak sanggup beres-beres maupun bersih-bersih. Aku harus segera menulis meski dengan terkantuk.

“Yah, ma’af Bunda tak sanggup cuci piring mala mini,” kataku yang dibalas dengan senyum olehnya. Dia tau persis kegiatanku. Terimakasih atas pengertiannya, Yah …

Balung, 27 November 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post