Mahkota Palsu 50 (Di Ujung Tanduk)
OLeh Hermin Agustini#hari ke 99
#Tantangan Menulis Gurusiana
"Ayah dan ibu tidak bisa lagi tinggal diam melihat keadaan keluargamu," ucap akung menghela napas. Ia memulai pembicaraa di ruang tamu Nela yang tampak kurang rapi dengan beberapa kain perca yang belum sempat dibersihkan. Kehadiran Tiyok tak memberikan kebaikan apapun melainkan kecarutmarutan rumahtangga mereka. Dewa yang biasanya rajin membantu Nela, malah menjauh dan hampir tidak pernah lagi masuk ke rumah Nela demi menghindari cemooh Tiyok yang sudah bisa dipastikan akan ia dengarkan jika ia bertemu laki-laki pengganti kedudukan almarhum ayahnya. Dewa merasa lebih nyaman bersama Akung dan utinya, demikian pula si Yanti yang hampir bisa dipastikan tak pernah lagi bisa bermanja pada ibunya. Tak bisa diungkap bagaimana nasib dua bocah anak-anak Tiyok, merekapun lebih nyaman bersama akung dan uti. "Apa sebenarnya yang terjadi dengan kalian? Mengapa hanya pertengkaran yang kami dengar?" Tanya Akung ingin memastikan segala yang ia ketahui tidak salah kesimpulan. Nela hanya tertunduk tak berani berbicara apapun, dia paham sepenuhnya jika orangtuanya mengajak duduk bersama seperti itu, berarti memang ada masalah yang sangat mendesak yang mengusik pemikiran beliau berdua.
"Apa benar ada perempuan lain dalam rumahtangga kalian saat ini? tanya akung dengan menatap Nela dalam-dalam seolah ingin membaca seluruh isi hati dan pikiran Nela.
"Dalam kondisi seperti ini cobalah mencari jalan yang nyaman, saling introspeksi diri bukan saling mnyalahkan," sambung Akung dengan nada lembut.
"Iya, akung benar, mungkin Tiyok seperti itu karena dia jenuh tanpa pekerjaan sementara kamu sebagai istrinya kurang memperhatikan dia," kata Uti seraya mengusap punggung Nela yang tak tau lagi harus berkata apa sebab sejak awal orangtuanya telah banyak memberi nasihat nasihat yang tak pernah ia hiraukan.
Nela menatap mata ibunya yang teduh, dalam tatapannya ia ingin mengadukan semua kepada ibunya namun tertahan, ia malu karena semua nasihat akung dan uti benar adanya. Kesulitannya saat ini karena dia tak mau mendengarkan orangtuanya. Akankah kali ini Nela mau mendengar nasihat orangtuanya? Bersambung ....
Balung, 6 November 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
