Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 53 (di Ujung Tanduk)
www.google.com

Mahkota Palsu 53 (di Ujung Tanduk)

Oleh Hermin Agustini

#Hari ke-105

#Tantangan Menulis 365 hari GuruSiana

Malam beranjak pagi, Nela belum juga bisa lelap meski jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Akhirnya, Nela memilih untuk melaksankan shalat malam untuk menenangkan hatinya. Ia tumpahkan seluruh airmatanya dalam sujud simpuh penuh keluh kepada Sang Maha Pengasih. Ia pasrahkan segala urusan hanya kepada Sang Maha Pengatur Segala-galanya. Ia panjatkan do’a terbaik sepenuh harap jalan keluar dari permasalahan yang tak mampu ia selesaikan kecuali atas kehendakNya.

Di sepertiga malam itu, Nela menenggelamkan seluruh hati dan pikirannya dalam do’a. Airmatanya mulai reda bersama dengan ketenangan hati penuh pasrah. Ia pun terlelap lelah di atas sajadah.

“Mbak,mbak, bangun mbak, waktunya shalat subuh,” suara Fatma membagunkan Nela yang segera terjaga dengan ciuman Alan yang dibawa Fatma.

“Hmmm, anaknya mama sudah bangun ya?” ucap Nela membalas ciuman Alan yang ingin meminta gendong mamanya.

“Mama shalat dulu ya?” lanjutnya seraya bergegas berwudhu lagi. Fatma kembali menggendong Alan dan mengintip kamar kakaknya, ia hanya melihat Tiyok yang sedang mendengkur, ingin fatma mendekatkan Alan, namun ia urungkan karena khawatir Alan kecil malah mendapat amarah. Ia menunggu Nela selesai shalat dengan membawa Alan kembali masuk ke rumah Akung dan Uti yang telah sibuk di pagi hari dengan tugas masing-masing.

Rico dan Dani pun mulai belajar shalat berjama’ah ke masid bersama Akung dan Dewa. Biasanya mereka akan mampir ke warung ketan bubuk untuk nyemil di pagi hari atau langsung pulang. Anak-anak telah sangat menyatu dengan keluarga Papa mereka, sayangnya, papa mereka telah menjalin janji dengan perempuan lain yang lebih menjanjikan sebagai tempatnya bergantung hidup.

Akankah Tiyok tega membawa anak-anaknya pergi dari rumah Nela dan menyerahkannya kepada mama baru seperti dua tahun silam ketika istri pertamanya kabur atas ketidak betahannya pada tabiat Tiyok? Bersambung …

Balung, 12 Nopember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post