Mahkota Palsu 61
Oleh Hermin Agustini
# Tagur hari ke-122
Hari itu Nela meras kepalanya sangat berat karena ia harus berpikir keras bagaimana mengambil keputusan terbaik. Di satu sisi dia sangat tidak mungkin merelakan kalung satu-satunya peningglan mendiang suaminya yang tersisia, di sisi lain ia tak tega pada Tiyok jika berangkat bekerja tanpa uang cukup.
Nela melangkah pelan kembali ke rumahnya melalui dapur ibunya. Ia tidak segera ke kamar untuk berbicara pada Tiyok, tetapi ia memilih duduk di ruang makan dan mengambil segelas air putih. Dia berusaha duduk tenang sambil meminum air putih untuk menenangkan hati dan pikirannya. Setelah merasa tenang, Nela pun bergegas menemui Tiyok yang pasti sedang tidur di kamarnya.
“Pa, ini uangnya,” kata Nela membangunkan Tiyok yang dengan segera terjaga dan duduk untuk segera menghitung uang yang ada dalam amplop dari Nela.
“Kok hanya segini, Ma?” tanya Tiyok dengan wajah kesal.
“Itu hasil menggadaikan kalungku, Pa,” jawab Nela gugup.
“Apa?” tanya Tiyok semakin tampak kecewa.
“Nggak ada cara lain jika ingin memperoleh uang dengan cepat,Pa,” jawab Nela tetap ragu-ragu. Ia tertunduk tak berani menatap Tiyok yang gusar.
“Papa bisa gunakan uang itu untuk kost dan mungkin biaya hidup dua minggu ke depan,” ucap Nela yang kali ini berusaha memberanikan diri menatap Tiyok. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Tiyok tak akan membohongi dirinya kali ini.
“Untuk biaya kost brapa, Ma? Masak segini?” Tanya Tiyok seperti anak SMA yang tak mampu berpikir.
“Ya nanti kan Mama transfer, Pa?”
“Kapan? Kalau papa sudah kelaparan?” suara Tiyok meninggi.
“Secepatnya, Pa, selama Papa belum memperoleh gaji, Mama janji pasti transfer tiap kali dapat uang,” ucap Nela meyakinkan Tiyok tanpa berpikir bagaima nantinya. Sementara dalam pikiran Tiyok berkecamuk mencari cara supaya ia bisa pergi bersama Mira. Akankah rencananya terlaksana? Bersambung …
Balung, 28 November 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
