Bagaimana Bila Terpapar Virus COVID -19?
Oleh Hermin Agustini
# Tagur hari ke-134
Masalah Covid-19 belum berakhir, bahkan mungkin tidak akan berakhir jika menengok data-data penyebarannya di berbagai wilayah yang semula hijau kembali menjadi kuning, merah, bahkan berubah hitam. Fakta terdekatnya, semakin sering ambulance dengan sirine meraung-raung melinntas dengan pengemudi mengenakan APD lengkap.
Dalam kondisi ini masih saja ada yang acuh dan tidak percaya akan kehadiran corona yang telah menumpang hidup bersama diantara kita. Pasti orang yang seperti ini “pinter banget” atau “sakti banget” atau bebal banget sehingga nyantai-nyantai saja meski pengumuman berita duka korban covid semakin sering terdengar baik di media sosia maupun dilingkaran kampung halaman, bahkan tetangga.atau saudara.
Tetapi, bila mereka mengalami seperti saya, saya yakin cuek atau rasa acuh itu akan berganti “gupuh”.
Beberapa waktu lalu, kebetulan suami saya wira-wiri mengantar pak de yang sedang sakit yang memang mempunyai riwayat bawaan sesak napas sejak masa remaja. Kondisi Pak De memang sangat rentan karena beliau sedang dalam keadaan sakit.
Untuk mengantisipasi terpapar, entah dari siapapun di rumah sakit atau bahkan di rumah Pak De atau dari Pak De sendiri, maka suami saya mengambil langkah antisipasi dengan cara memisahkan diri dari lingkaran rumah kami. Suami menggunakan ruangan belakang yang jauh dari lingkaran ruang utama dengan tujuan menjaga jarak agar saya dan anak saya tidak terpapar seandainya suami terpapar.
Saya sendiri, secara otomatis siap siaga dengan menyiapkan menu makanan bergisi dan membuat “godokan” rempah yang diyakini dapat mengantisipasi virus corona. Kami sekeluarga mengkonsumsinya setiap hari. Tak lupa, kami juga menjaga daya tahan tubuh dengan meminum Vit.C serta berupaya memakan lebih banyak buah dan sayur.
Pada akhirnya, Allah berkehendak memanggil Pak De yang meninggal dalam kondisi positif terpapar covid. Kami pun merelakan Pak De dimakamkan dengan mengikuti protokol kesehatan pihak rumah sakit.
Kami mengumumkan berita duka apa adanya tanpa ada yang ditutupi bahwa Pak De meninggal dalam keadaan positif covid. Hal ini kami lakukan agar saudara dan handai taulan tak perlu melayat, cukup mendoakan dari jauh saja.
Dengan penuh kesadaran, Bu De beserta putra-putrinya yang serumah melakukan isolasi mandiri dan swab. Sementara kami terus melanjutkan apa yang telah kami lakukan dengan cara semakin disiplin. Saya pun memutuskan untuk sementara tidak hadir di kantor.
Untuk memastikan kondisi kami apakah terpapar atau tidak, maka kami melakukan rapid test mandiri yang hasilnya non reaktif. Legalah keluarga kami. Meski demikian, isolasi mandiri akan terus kami lakukan menunggu sampai 14 hari berlalu. Kami sangat paham bagaimana harus berhati-hati terutama menjaga agar orang lain tidak terpapar oleh kami.
Kami tidak takut covid, kami justru lebih takut untuk ditakuti, eh dijauhi oleh sanak saudara dan lingkungan yang menganggap kami masih akan menjadi media pemapar virus. Kami harus sadar diri untuk menjaga jarak dengan orang lain.
Bisakah merasakan apa yang kami rasakan?
Dengan lapang dada kami menerima rasa khawatir lingkungan kepada kami sampai pada akhirnya mereka kembali tenang dan percaya bahwa mereka aman bersama kami.
Jangan abaikan covid, karena ia ada bukan sekedar cerita. Tetapi jangan khawatir berlebihan. Tetap tenang, ikuti protokol kesehatan, makan-makanan sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan jangan lupa bahagia.
Semoga yang kami alami bisa menjadi inspirasi.
Semoga kita semua selalu sehat dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Balung, 10 Desember 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
