Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dibohongi Ustad Febri
hermin.gurusiana.id

Dibohongi Ustad Febri

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-150

# Tantangan Menulis Gurusiana

Alahmdulillahirobbil alamiin, puji syukur atas segala limpahan rahmat dan hidayah Allah Sang pengatur segala urusan sehingga buku solo ketiga saya selesai. Sholawat dan salam selalu untuk Nabi Muhammad saw yang telah memberikan tuntunan dan tauladan agar kita senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah. SWT.

Tak pernah menyangka jika akhirnya, saya bisa mempersembahkan sebuah novel. Hal pertama yang mendorong keyakinan saya untuk terus belajar dalam mengasah kemampuan menulis fiksi adalah dorongan semangat ustad Febri dalam beberapa pelatihan. Pada pelatihan pertama di sagusabu Bondowoso, saya dibimbing untuk menuliskan sebuah buku dengan judul ‘Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku. Waktu itu sinopsis buku tersebut terpilih menjaadi salah satu yang memperoleh the best cover. Deadline penulisan harus selesai dalam jangka waktu limabelas hari dari pelatihan.

Buku kedua berjudul “Purnama di Beranda Dapur” adalah hasil bimbingan Pak Leck Murman, juga memperoleh the best cover pada pelatihan sagusabu yang diadakan oleh PGRI Jember. Saat itu, jangka waktu penyelesaian naskah lebih bersahabat yaitu satu bulan dari hari pelatihan. Rasa haru, bangga, malu-malu tapi mau, adalah perasaan yang bercampur aduk ketika saya harus tampil dihadapan para peserta pelatihan untuk sekedar menceritakan tentang sinopsis dan buku saya.

Cukupkah sampai di situ? Tentu saja tidak, karena saya masih merasa perlu banyak berlatih, maka mengikuti sagusabu ketiga yang dilaksanakan oleh KEMENAG Jember, menjadi hal yang tidak boleh saya lewatkan. Kali ini pun saya tak berpindah minat untuk menuliskan sebuah fiksi. Dengan bimbingan ustad Febri, dengan rasa percaya diri yang mulai terbentuk, saya memberanikan diri menuliskan novel berjudul “Kulipat Rinduku”.

Saya kira, sinopsis saya akan mendapatkan the best cover lagi. Ternyata TIDAK! Kecewakah saya? TIDAK! karena dengan bahasa yang sangat memotivasi, Ustad Febri menyampaikan jika dengan berat hati, sinopsis para alumni sagusabu tidak mendapatkan the best cover untuk memberi kesempatan pada peserta pemula lainnya. Sungguh saya tersanjung.

Untuk lebih mengasah kemampuan saya, maka saat itu pula saya mengikuti kelas menulis novel secara daring yang dibimbing oleh Ibu Istiqomah, Kepala editor Media Guru Indonesia. Di sini saya menerima kenyataan bahwa ternyata sinopsis novel saya dinyatakan “JUELLEK!” Sedihkah saya? Tentu TIDAK! saya terpingkal, menyadari diri saya telah hanyut pada pujian melenakan.

Nyatanya, ustad Febri telah membohongi saya. Beliau mengatakan hal sebaliknya yang kemudian kembali menjadi motivasi luarbiasa agar saya terus mengasah diri untuk menulis. Setelah tiga kali ikut pelatihan, tentu saja harapannya adalah peningkatan kualitas menulis yang tercermin dari penulisan sinopsis. Benar saja jika hari itu sinopsis saya tidak mendapatkan the best cover. Heheh, saya malu telah kepedean. Baru kali ini saya merasa bahagia dibohongi. Terimaksih Pak Ustad Febri.

Mengikuti kelas novel membuka pengalaman saya bagaimana mengolah peristiwa menjadi sajian yang hidup dan menarik. Ibu Istiqomah yang terkenal dengan gaya “Cettar Membahana” memporak porandakan sinopsis dan naskah saya menjadi hasil karya yang lebih mempesona, yang sampai saat ini saya masih terheran-heran bagaimana saya bisa melakukannya. Terimakasih Ibu Istiqmah atas bimbingan dan ketelatenannya. Dibalik ketegasan dalam membimbing, memberikan sebuah pengalaman yang membuat saya rela “dibantai” untuk kemudian ditata ulang.

Terimakasih pula kepada seluruh teman-teman penulis di seluruh Indonesia yang tergabung ke dalam Media Guru Indonesia. Semangat dan motivasi serta keluhan menerima tantangan Bapak Muhamad Ikhsan, bapak kumendan di MGI yang selalu mempunyai ide untuk memaksa para penulis menghasilkan sebuah karya disaat penulis itu sendiri tidak percaya bahwa dirinya mampu. Dengan ramuan jamu “Mendem Mangan Semir” para guru dibiasakan bergerak terus mengasah kemampuan berkarya.

Apakah Anda ingin menghasilkan karya seperti saya? Segeralah bergabung bersama kami di Media Guru Indonesia. Salam literasi, selamat berkarya.

Balung, 26 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post