Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
LOCKDOWN DI MALAM PERGANTIAN TAHUN
www.google.com

LOCKDOWN DI MALAM PERGANTIAN TAHUN

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-155

# Tantangan Menulis Gurusiana

Entah budaya entah tradisi, setiap pergantian tahun selalu dirayakan dengan pesta kembang api, petasan, konvoi, tiupan terompet, bakar ikan, makan bersama, begadang bersama, dan hal-hal seru lainnya yang dilakukan bersama-sama. Ada pula yang merayakannya dengan piknik ke luar kota. Rasanya, seperti kurang plong jika malam pergantian tahun terlewatkan begitu saja tanpa ada kegiatan merayakannya.

Namun tidak demikian dengan keluarga kami. Pada setiap pergantian tahun baru, kami hampir tak pernah merayakan kegiatan secara berlebihan, hanya tahun kemarin kami mencoba mengikuti camping di hutan pinus atas permintaan putri sermata wayang yang sangat penasaran dengan kata camping.

Pergantian tahun baru malam ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena di kota kami diberlakukan jam malam yang dimulai sejak pukul 20.00 sampai dengan pukul 04.00 besok pagi. Tempat-tempat wisata ditutup, tidak boleh mengadakan kegiatan berkerumun. Hal itu membuat banyak orang merasa pergantian tahun baru mala m ini serasa bagai di penjara.

Lagi-lagi hal itu tidak berpengaruh pada kami, karena kami memang tak terbiasa merayakan malam pergantian tahun secara heboh. Tetapi justru lockdown membuat suasana di rumah saya lebih ramai dari biasanya. Putri kami mengundang saudara-saudaranya untuk menginap dari rumah. Dengan demikian tugas saya adalah memasak dan menyiapkan cemilan bagi mereka.

Saya sendiri ingin sejenak membebaskan diri dari rutinitas harian, saya berusaha senyaman mungkin berada di tengah-tengah para ponakan dan putri saya. Bercerita entah apa topiknya, berselancar melihat-lihat barang kesukaan melalui gawai, meski tidak memesan, sekedar bersenang-senang saja menengok-nengok macam-macam barang yang ditawarkan di pasar gawai.

Pada sore hari, demi menyenangkan para keponakan saya ajak mereka jalan-jalan sekedar membeli bakso. Sampai di rumah pun tak ada yang special, kami melaksanakan solat magrib, mengaji seperti biasa, makan malam seadanya, memanaskan menu pelasan tongkol tadi pagi yang masih banyak ditambah dengan sambel ketcup tak mengurangi kenikmatan menyantapnya dengan nasi hangat. Benar- benar khilaf bisa nambah nasi berulang-ulang, hehe…

Selebihnya, mereka kembali mengadakan acara yang menurut mereka cukup seru, yaiutu nonton film bersama di rumah. Entah film apa yang mereka tonton bersama, saya hanya sepintas melirik sepertinya mereka sedang menonton “Frozen 2”. Saya tak bisa ikut menonton bersama mereka, karena saya harus selesaikan tulisan ini untuk taklukkan tantangan menulis gurusiana.

Selamat tahun baru, semoga Corona segera berakhir, semoga kita semua selalu sehat dalam lindungan Allah. SWT, aamin Ya Robbal Alaamiin ….

Balung, 31 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post