Mahkota Palsu 63
Oleh Hermin Agustini
# Tagur hari ke-128
Tiyok tak bertahan lama di rumah Mira. Ia memilih untuk pulang dengan berbagai macam alasan yang melenakan hati dan pikiran Mira juga orang tuanya yang dilambung angan.
“Loh papa kok sudah pulang?” tanya Nela ketika membukakan pintu untuk Tiyok yang tiba di rumah tanpa pemberitahuan.
“Iya, Ma, sebentar lagi tak jelasin,” jawab Tiyok memasang wajah lesu. Melihat expresi wajah suaminya yang datang tiba-tiba dengan kondisi lesu itu membuat Nela menebak-nebak akan kabar tidak baik yang akan ia dapatkan. Namun Nela tidak ingin mengambil kesimpulan terlebih dahulu. Ia memutuskan untuk menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya.
Secangkir kopi panas ia hidangkan di meja depan Televisi di dekat Tiyok yang telah duduk nyaman. Tak ada tanyanya tentang anak-anak. taka da pula tanyanya tentang Nela yang duduk di sebelahnya berharap Tiyok membuka cerita. Nela sengaja tidak menghidupkan Televisi karena ia ingin agar Tiyok bercerita, bukan menonton Televisi.
Nela masih menunggu dengan sabar sambil meneruskan menjahit pinggiran kain untuk menyempurnakan rok yang ia jahit. Ia sengaja tak mengajukan pertanyaan apa-apa kharena khawatir disalahkan, meski dalam hatinya ia sangat ingin mengetahui kepulangannya yang tiba-tiba.
“Aku sebbel dengan temanku, Ma!” ujarnya tiba-tiba. Nela hanya menatap Tiyok penuh tanda tanya namun tak mengujaukan pertanyaan.
“Dia ndak ngabari kalau pekerjaan yang ia janjikan untukku masih kosong,” lanjutnya dengan wajah gusar.
“Trus?” tanya Nela singkat.
“Ya aku terlanjur membayar kost sampai tiga bulan mumpung murah,” lanjut Tiyok.
“Trus?” Nela tak punya pertanyaan lain selain kata itu. Wajahnya mulai tampak kecewa.
“Ya Hanguslah uang dari Mama!” jawab Tiyok tanpa beban.
“Oalah, Pa …? Mengapa tidak konfirmasi dulu dengan temannya?”
“Lah apa kataku tadi, Ma? Dia ngomongnya mendadak saat aku sudah bayar semuanya,” jawab Tiyok meyakinkan Nela yang tak bisa berpendapat apapun selain merasa kecewa lagi. Dalam hatinya iya bersyukur tidak memberikan kalungnya untuk Tiyok melaikan ia jadikan jaminan untuk meminjam uang dari ibunya.
Malam itu Nela tak membahas apa-apa lagi. Dia membereskan tempat jahitannya lalu bersiap untuk tidur. Dalam hatinya, seandainya dibahas hanya akan menjadi pemicu pertengkaran. Maka ia memilih diam saja, entah apa yang akan dikatakan Tiyok.
Apa rencana Tiyok berikutnya? Apakah ia akan benar-benar menikah dengan Mira? Bersambung …
Balung, 5 Desember 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
