Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 66 (Orang Ke Tiga)
www.google.com

Mahkota Palsu 66 (Orang Ke Tiga)

Oleh Hermin Agustini

# Tagur hari ke-137

Dengan langkah lesu Nela kembali ke rumahnya. Ia membuatkan kopi untuk Tiyok sesuai dengan nasihat ibunya. Berbekal kekuatan hati dari ibu, Nela memantapkan diri untuk tetap memberikan yang terbaik sebagai istri Tiyok.

Nela menghirup aroma kopi segar itu, menarik napas panjang seperti seorang atlit renang yang akan menceburkan diri ke air. Ia pun membawa kopi itu menuju kamarnya. Samar-samar ia mendengar tawa renyah Tiyok, ia kira sedang bercanda dengan anak- anak. Hati Nela pun luluh, senyumnya terkembang.

“Jangan khawatir sayang, aku pasti datang lagi ke rumahmu,” ucap Tiyok kepada perempuan dalam camera gawainya yang tiba-tiba terputus ketika Nela muncul bersama secangkir kopi di belakang Tiyok. Rupanya si perempuan itu melihat kehadiran Nela yang berdiri mematung tak percaya jika Tiyok, suami yang dibelanya telah benar-benar menjalin hubungan dengan perempuan lain.

Tiyok yang tidak menyadari kehadiran Nela masih mencoba menelpon ulang Mira namun tak diangkat. Sementara Nela yang khilangan tenaga dengan susah payah mempertahankan secangkir kopi itu tak tumpah dari tangannya yang gemetar. Ia segera meletakkan kopi itu di meja dan meninggalkan Tiyok. Mata sembabnya kembali banjir dengan air mata. Tiyok tersentak menyadari Nela baru saja meletakkan secangkir kopi. Ia bergegas mengikuti langkah Nela.

Ingin sekali Nela berteriak memekikkan rasa nyeri dalam hatinya yang terkoyak, namun tenaganya telah lunglai, ia menghempaskan dirinya di sofa ruang tamu biasanya ia bekerja dengan tyumpukan kain jahitan. Ia kembali menangis tersedu hingga Tiyok menghampirinya.

“Ada apa lagi sih, Ma?” tanya Tiyok dengan langkah tertahan. Tanpa mendekati Nela, ia hanya berdiri tanpa perasaan memandang perempuan yang dianggapnya bodoh itu. Tiyok pun bersungut-sungut tanpa perasaan meninggalkan Nela dengan hati terkoyak.

Air matanya bercerita beratnya kehidupan yang ia lalui bersama Tiyok tak seberat rasa kecewa yang kini ia rasakan. Kecewa demi kecewa dalam buliran bening itu menyesakkan seluruh hatinya. Nela merasa tak sanggup lagi menerima ketidak adilan perlakuan Tiyok.

Akankah ia menyerah dan mengakhiri pernikahannya dengan Tiyok? Ataukah masih akan bertahan?

Bersambung …

Balung, 13 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post