Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 70 (Orang Ke Tiga)
www.google.com

Mahkota Palsu 70 (Orang Ke Tiga)

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-153

# Tantangan Menulis Gurusiana

Diam-diam akung mempeprhatikan apa yang terjadi dari ruang tamunya. Ia melihat Tiyok pergi bersama Mira. Akankah akung membuntuti mereka? Tunggu keseruan kisahnya pada episode berikutnya.

***

Kali ini Akung merasa benar-benar harus lebih teliti dalam mengamati permasalahan yang sedang dihadapi putri sulungnya. Tidak adamaksud untuk mencampuri urusan keluarga Nela, tetapi sebagai orang tua, Akung tak bisa tinggal diam melihat perlakuan semena-mena Tiyok kepada putri dan cucu-cucunya.

“Kita harus bagaimana, Kung? Tanya Uti resah sambil menggendong Alan.

“Uti tenang saja, Uti layani anak-anak, biar Akung yang memikirkan jalan keluar permasalahan Nela,” jawab Akung sambil mengulurkan tangan untuk menggendong Alan yang kegirangan setiap diajak Akung jalan-jalan berkeliling desa dengan naik motor atau mobil tuanya.

“Halan-halan yuk …, ucap Akung pada Alan yang semakin kegirangan.

“Abi ! Dani! Ayuk ikut Akung jalan-jalan,” seru Akung mengajak kedua bocah anak-anak Tiyok yang telah menjadi seperti cucunya sendiri. Tentu saja para bocah yang sedang asyik menoton televisi di kasur ruang keuarga segera berhamburan senang menyambut ajakan Akung. Anak-anak itu tak pernah tau apa yang sedang terjadi pada orang tua mereka, yang mereka tau bahwa sosok Akung dan Uti serta tante Fatma adalah orang-orang yang kini menyayangi mereka.

Pagi itu Akung harus mengajak anak-anak untuk jalan-jalan bersamanya agar Uti bisa melakukan kegiatan rumah dengan leluasa sementara Fatma sedang kuliah. Nanti jika dirasa perkerjaan Uti sudah beres, maka Akung akan mengajak anak-anak untuk pulang. Untuk sementara Akung seolah mengambil alih pengasuhan anak-anak agar mereka tak terjerat konflik yang sedang dihadapai kedua orang tua mereka. Tentang Dewa dan Yanti tak terlalu menjadi beban pemikira Akung karena sejak sebelum menikah, mereka memang telah memilih bersama Akung dan Uti.

Hari itu sangat melelahkan bagi Nela untuk dilalui. Sembab mata lentiknya menjadi penghias wajah cantiknya sejak pagi. Nela tak beranjak dari tempat tidurnya, ia kembali asyik papda dunia maya sebagai pelipur lara hatinya.

“Mbak, ndak usah posting status aneh-aneh yang menceritakan kesedihan mbak saat ini, malu mbak!” kata Fatma melalui pesan whatsapp kepada Nela. Dan seperti biasa, hanya dibaca tanpa dijawab. Seperti itulah Nela, selalu tak menggubris apa yang dikatakan adiknya. Ia mengaggap Fatma belum tahu apa-apa soal kehidupan pernikahan.

Keadaan semakin tak menentu. Akankah Akung benar-benar turun tangan untuk mencari jalan keluar permasalahan ini?

Bersambung …

Balung, 29 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post