Membelah Diri
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-143
# Tantangan Menulis GuruSiana
Hari sabtu adalah hari yang telah kurencanakan untuk menghadiri pesta pernikahan keponakan. Dengan senang hati aku sampaikan bahwa aku yang akan menghias seserahan termasuk nasi tumpeng, salah satu hobby lain yang membuatku sedikit terkenal di lingkungan keluarga dan teman yang ingin melangsungkan lamaran atau pernikahan.
Segala keperluan telah kusiapkan sejak lama, khawatir kegiatan lain yang mendesak tidak memberiku waktu untuk memburu pernak-perniknya, hal sepele tapi bisa memakan waktu lama bagiku yang tidak professional di bidang itu. Pekerjaan kantor yang padat merayap aku targetkan tuntas pada hari jum’at dengan harapan pada hari Sabtu aku bisa ijin. Untuk itu, aku rela kerja lembur di sekolah tiga hari berturut-turut dengan harapan pada hari Jum’at sore aku bisa tuntaskan menghias seserahan dan meminta ijin di hari Sabtu.
Syukurlah, semua tuntas sesuai rencana mesiki mata ini seperti lengket ingin segera bertemu bantal. Evaluasi dan koordinasi pun dilangsungkan. Senyum lega dalam penat terkembang ketika pimpinan mengucapkan selamat atas gerak cepat kami memenuhi target, dan beliau menetapkan hari Sabtu untuk selesaikan target berikutnya. Rencanaku ambyar, tak mungkin membelah diri dalam dua acara berbeda, tugas Negara tetap utama. Janji pada saudara harus tetap terlaksana. Semoga Allah melancarkan semuanya. Aamin.
Balung, 19 Desember 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
