Bunga Tembakau Merah Ungu
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-161
# Tantangan Menulis Gurusiana
Matahari tak pernah ingkar
Meski mendung selalu menghalangi
Ia selalu hadir gantikan gulita malam
Dengan kehangatan pelangi warna warni
Hujan semalam menyisakan basah
Kuyup seluruh alam berselimut resah
Kerling matahari memendarkan warna
Bagai kerlip jutaan kristal aneka pesona
Bunga tembakau merekah asa
Menebar wangi hapuskan resah
Gelisah aroma rindu jalanan berliku
Batuan licin saksi bisu cerita dahulu
Hujan menyibakkan debu
Di antara bunga tembakau merah ungu
Membuka catatan cerita dahulu
Tentang rindu kau dan aku
Balung, 6 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
