Jangan Perdebatkan Ikhlas
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-179
# Tantangan Menulis Gurusiana
Sabar ini milik siapa?
Milikku?
Bukan
Milikmu?
Juga bukan
Miliknya saja?
Tak mungkin
Sabar harus kita miliki bersama
Siapa yang paling ikhlas?
Tentu saja bukan aku
Apakah engkau?
Entahlah
Apakah dia?
Tak ada yang tau
Seikhlas apa hati ini
Maka,
Jangan hitung sabar
Jangan pertanyakan ikhlas
Jangan perdebatkan sabar
Jangan nilai ikhlas
Karena hanya Allah yang tau
Hanya Allah yang akan menilai
Hanya Allah yang memperhitungkan
Aku, enkau, dan dia
Hanya perlu bersabar
Rentanya bukan cobaan
Lamahnya bukan ujian
Namun kewajiban
Karena ia melahirkan
Mempertaruhkan nyawa
Dengan airmata suka cita
Hadirku ia sebut anugerah
Hadirmu ia anggap amanah
Sepenuh hati ia jaga
Tak pernah ia menghitung
Lelah, peluh, dan air mata
Semua untuk kita
Masihkah rentanya disebut cobaan?
Masihkan lemahnya disebut ujian?
Nyatanya,
Darah kita adalah air susunya
Hidup kita adalah peluhnya
Bahagia kita adalah airmatanya
Semua tak kan pernah tergantikan ....
Balung, 24 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
