Mahkota Palsu 75
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-181
# Tantangan Menulis Gurusiana
Pada episode 74 dikisahkan bahwa Nela sedang menunggu kedatangan suaminya yang pergi sejak pagi bersama Mira yang megaku sebagai rekan bisnis Tiyok. Nela yang terbiasa mencari solusi melalui dunia maya tersulut emosi dari nasihat teman-temannya yang tak pernah tau duduk persoalan sebenarnya. Sementara si Akung dengan mulai gusar memantau dari jauh kedatangan Tiyok.
***
Malam beranjak pagi, jalan desa di depan rumah Bapak Baharudin mulai ramai oleh lalu lalang pedagang maupun ibu-ibu yang berangkat atau pulang dari pasar. Aktifitas di rumahnya memang telah terbiasa dimulai di awal pagi, tepatnya di sepertiga malam terakhir. Ditemani secanghkir kopi hangat, Akung duduk di teras menghadap ke jalan di ujung gang rumahnya. Dia bukan sedang memperhatikan orang yang lalu lalang, tetapi ia sedang menunggu menantunya yang masih tak kunjung datang.
Hari berganti hingga hampir seminggu, Tiyok tak kunjung datang. Hanya sekali menelpon Nela mengabarkan bahwa ia langsung bekerja di tempat temannya seperti yang dulu pernah dijanjikan. Dan seperti biasa, ia melambungkan harapan Nela dengan iming-iming akan mengirim uang. Anehnya, Nela selalu bisa menerima kepalsuan Tiyok.
“Tiyok kapan datang?” tanya Akung sambil menggendong Alan di punggungnya. Mereka hendak berjalan-jalan pagi.
“Belum tau Kung,” jawab Nela datar. Ia semakin bosan degan pertanyaan demi pertanyaan yang sama tentang kapan Tiyok datang atau berkirim uang.
“Ya kamu cari tau, kasihan anak-anaknya menunggu papanya tak kunjung pulang,” Kata Akung sebelum akhirnya pergi menaiki motor bersama Alan yang pasti sangat girang menikmati perjalanan berkeliling desa bersama Akung. Rambut hitamnya yang tumbuh ‘jabrik’ kaku ke atas dan lebat tak terpengaruh oleh terpaan angin. Alan yang berkulit putih itu tampak semakin menggemaskan dengan kaos bola warna biru. Ia mulai pandai berceloteh tentang apa saja meski kalimat-kalimatnya belum sangat jelas.
Sementara itu Nela menlanjutkan pekerjaannya menjahit baju para pelanggan meski pikirannya bertanya-tanya benarkah Tiyok telah bekerja? Ataukah hanya tipu muslihat seperti biasanya? Tapi Nela tak mau lelah berpikir, ia merasa tenang dan nyaman jika terlibat percakapan tidak jelas di gawainya. Ia tak mau berpikir berat.
Apa benar Tiyok sedang bekerja di perautauan? Ataukah telah menikah diam-diam dengan Mira kekasih gelapnya?
Balung, 26Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
