Menghindari Terjun Bebas di Gurusiana
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-156
# Tantangan Menulis Gurusiana
Pernah remidi setelah menulis tatangan di gurusiana? Hari keberapa? Bagaimana rasanya? Kenapa sampai terjun bebas?
Saya pernah merasakannya. Sewaktu pertama terjun bebas masih di hitungan hari ke 28, penyebabnya adalah ketika saya ingin mengedit posting tulisan pada hari ke 28 ternyata salah klik delete posting tulisan di hari ke 27. Saya coba munculkan lagi tak bisa. Posting ulang? Jelas lah beda tanggal. Dan hari ke 27 menjadi hari kosong. Hari itu saya menangis, swebbel banget tidak mau terima kenyataan. Heheh …, dengan bukti apapun bahwa saya menulis ya tetap saja papda system terbaca “bolong” sehari.
Sebagai pemula, tentu menulis itu adalah kegiatan yang sesuatu banget bagi saya, sehingga sulit rasanya menerima kenyataan bahwa saya harus remidi dan menghitung ulang dari hari pertama. Namun saya tetap menulis. Menghitung ulang, pasti. Saya pun terus menulis sampai pada hari ke 145. Waktu itu, bara menulis saya mulai remang-remang plus kegiatan sehari full yang menyita tenaga dan waktu membuat saya menunda menulis, menunggu kesempatan selama masih belum injury time. Istilah bahasa jawa “ngentengno.” Saya hanya bermaksud terlelap sebentar agar kembali mood, ternyata terjaga dikala sudah lewat dari deadline. Menangiskah saya? TIDAK! Karena selama perjalanan waktu, banyak diantara teman-teman yang tetap terus berlanjut menulis meski berkali-kali terjun bebas.
Pada terjun bebas kedua, saya tak segera bisa move on, bahkan memutuskan untuk berhenti menulis tantangan. Saya kepedean bahwa semangat saya menulis tak kan pernah luntur. Halah, ternyata, tanpa tantangan, saya justru kembali di zona nyaman dan bahkan tak satu buku pun selesai. Saya merasa waktu yang terlewat ZONK percuma. Hal itu membuat saya kembali bersemangat untuk meningkatkan adrenalin dengan jamu “Mendem Mangan Semir”
Saya yakin, semua anggota Media Guru Indonesia pastilah orang-orang sibuk dengan deretan kegiatan yang selalu padat merayap. Hanya semangat dan kemauan tinggi untuk mengasah dirilah yang membuat tetap menulis. Selain itu, ada dorongan super power dari bapak CEO, Bapak Muhmad Ihsan yang tak pernah merelakan satu penulis pun berhenti atau mundur dalam melangkah bersama. Berada dalam sebuah komunitas penulis Media Guru Indonesia ini, merupakan anugerah sebagai sumber semangat agar mood menulis tetap menyala.
Selanjutnya, menjaga agar tak terjun bebas adalah perjuangan menaklukkan diri sendiri dalam berjibaku dengan waktu yang memang tak pernah mau menunggu. Dari pengalaman terjun bebas, maka kali ini saya berusaha menulis pada jam-jam aman. Jika ada kesibukan yang akan saya lakukan, biasanya saya akan menulis artikle papda malam hari untuk saya upload di pagi hari setelah subuh ketika kesibukan belum menjerat saya. Saya tidak mau bertaruh lagi, karena menulis pada saat injury time biasanya ide mampet, apalagi kondisi badan dan pikiran telah lowbat.
Maksimal posting tulisan adalah pada pukul sepuluh malam, biasanya saya langsung tertidur pulas sebelum sempat mengucapkan terimakasih kepada admin Media guru Indonesia yang telah menyetujui postingan saya di FB, heheh ….
Selanjutnya, saya tetap berupaya mendisiplinkan diri untuk istiqomah upload tulisan pada pagi hari. Hari ini, upload tulisan saya terjadi menjelang siang, artinya meleset dari rencana saya. Kenapa? Karena saya gagal menaklukkan hati untuk tidak tergoda berlama-lama bercanda dan mengobrol kesana-kemari bersama bok ebok saat belanja bersama tetangga di depan rumah. Mumpng sedang libur, hari ini adalah kesempatan bagi saya bersilaturrohiem sambil lalu belanja. Selanjutnya, saya harus segera memasak dengan menu agak banyak karena para ponakan sedang berkumpul di rumah.
Setelah semua tugas selesai, saya pun kembali duduk manis dengan secangkir kopi hangat, memulai menulis tulisan ini, tak selancar biasanya karena saya masih juga terlibat mengobrol dengan ponakan yang sedang curhat. Menelpon dan menerima telepon dari saudara maupun sahabat jauh di hari pertama pada tahun 2021, saling mendo’akan dan saling mengucap rindu. Target, harus upload tulisan sebentar lagi, sebab selepas dhuhur saya terlanjur janji mengajak para ponakan jalan-jalan. Mungkin sampai malam, dan sudah pasti saya tak akan punya waktu senggang sampai mereka semua tidur. Bersama mereka sangat seru, dan tidak setiap hari, masak sih mau saya tinggal menulis?
Tantangan menulis di Gurusiana adalah sarana agar kita tetap berada dalam aliran semangat yang tak pernah padam. Namun, hidup tetaplah pilihan, harus bagaimana kita menyikapi kesibukan dan kegiatan bersama keluarga dan menuntaskan tugas-tugas adalah tantangan diri mengatur waktu sebaik mungkin. Hindari menulis pada waktu-waktu kefefet alias injury time menjelang puku 23.59, apalagi jika kondisi sedang lelah. Sebaik-baiaknya menulis memang di sepertiga malam terakhir, di mana badan masih sangat fresh, mood masih cettar dan dunia masih hening, ketika kesibukan masih terlelap dalam selimut pagi sebelum mereka beranjak merebut dan menjerat kita.
Selamat tahun baru 2021, semoga hari pertama di tahun baru ini adalah lembaran kesuksesan baru yang akan membawa kita pada keberuntungan di dunia maupun akhirat. Semoga segala yang kita lakukan selalu mendapat ridho dan limpahan rahmat dari Allah SWT yang penuh kasih. Aamiin Ya Robbal alaamiin.
Balung, 1 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
