Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ngapain Pakai Masker?
www.google.com

Ngapain Pakai Masker?

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-158

# Tantangan Menulis Gurusiana

Rumah saya kebetulan hanya berjarak satu meter dari masjid besar di kampung saya. Dan menjadi kebiasaan warga kampung jika ada pengumuman berkaitan dengan selamatan hari besar akan disampaikan melalui pengeras suara masjid. Demikian pula jika ada warga yang meninggal, sudah tentu akan diumumkan di masjid. Akhir-akhir ini, pengumuman warga meninggal semakin sering, bahkan dalam tiga hari terakhir, berturut-turut telah tiga orang yang meninggal dunia.

Sementara, suara ambulance dengan sirine menguing-nguing dengan petugas mengenakan APD lengkap semakin sering terdengar sepanjang hari sejak pagi sampai malam. Berita-berita tentang meninggalnya kerabat, tidak hanya di media sosial, tapi kini semakin sering terdengar di lingkungan terdekat kita. Dua hari yang lalu saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa suaminya positif terpapar virus Corona. Kemarin siang, saya menerima telepon dari seorang kerabat yang mengabarkan bahwa ia bersama keluarga tidak jadi mengunjungi kami minggu depan karena dua anggota keluarganya telah positif terinfeksi virus corona.

Apakah masih meragukan kehadiran covid dengan mengabaikan protokol kesehatan? Tidak masalah. Apakah enggan menggunakan masker dan cuci tangan pada saat terpaksa keluar dan berkerumun dengan orang lain? Boleh-boleh saja, paling pol akan ditegur petugas. Mungkin orang tipe ini baru bisa percaya jika terpapar virus dan merasakan 14 hari harus isolasi. Kalau bisa isolasi mandiri, lah kalau bergejala parah dan harus menjalani isolasi di rumah sakit bagaimana?

Jika bisa selamat melampaui masa penyembuhan selama 14 hari tersebut ya tentu bisa berkumpul kembali dengan keluarga, meski efek sosialnya belum tentu bisa diterima dengan hangat oleh lingkungan meskipun telah dinyatkan negative. Dan sebenarnya hal ini terberat, karena saya pernah melampauinya. Trus? bagaimana jika ternyata daya tahan tubuh tidak bisa melawannya? Sudah pasti tau jawabannya, kan mau menuju kemana?

Saudaraku, sahabatku, kerabatku, handaitaulanku, sudah saatnya kita untuk saling menjaga agar kita semua bisa lampaui keadaan ini dalam keadaan sehat walafiat. Jika bukan kita sendiri yang memutus mata rantai penyebarannya? Mau sampai kapan pun keadaan tidak akan pernah membaik. Jaga kebersihan diri sendiri, jaga kesehatan diri sendiri, Berdisiplin dengan protokol kesehatan secara mandiri. Pakai masker bukan takut razia petugas !!! ampun dah.

Semoga covid cepat berlalu. Semoga kita semua sehat selalu. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.

Balung, 3 Januari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post