Sepi
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-182
# Tantangan Menulis Gurusiana
Tik…tak…tik...tak
Detik demi detik
Berputar menjadi menit
Menggeser waktu
Mendorong roda bumi
Mengikuti matahari
Menyapa pagi
Memeluk malam
Terus berputar
Tanpa henti
Tak mau menanti
Tak mau mengerti
Langkah tak boleh berhenti
Harus Terus meski tertatih
Terseok, tergelincir
Bahkan terhempas
Bersama debu di deru angin
Terseret ke dalam arus terjal
Yang tak mampu kumenepi
Ya Robb …
Jalan ini terlalu sepi untuk kulalui
Hanya satu titik remang
Nun jauh di ujung lorong
Hanya lenteraMu yang ku dekap
Hanya pertolonganMu yang ku harap
Agar langkah tetap tegap
Balung, 27 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
