Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Digrebeg Pak Ali Harsojo Bersama Temannya
hermin.gurusiana.id

Digrebeg Pak Ali Harsojo Bersama Temannya

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-210

# Tantangan Menulis Gurusiana

Hati-hati dengan kegiatan menulis, apalagi jika menjadi salah satu bagian dari penulis di blog Gurusiana. Para penulis, sangat wajib (sudah sangat, masih wajib loh ya, hehe) untuk mentaati semua aturan yang berlaku setiap kali mengunggah tulisan apalagi pada saat menyusun sebuah buku. Tidak boleh menyinggung apalagi membahas unsusr sara, tidak boleh juga membicarakan hal yang berbau politik. Para penulis yang rata-rata adalah guru, amat sangat direkomendasikan untuk menghasilkan karya tulis yang inspiratif atau yang bersifat keilmuan yang bermanfaat baik bagi siswa maupun bagi masyarakat secara umum.

Menjadi Gurusianer juga harus terus hati-hati karena tulisan yang telah diunggah dan di share di grup FB Media Guru Indonesia akan dibaca oleh ribuan orang, yang efek sampingnya, penulis akan kenal dan dikenal banyak penulis dari seluruh Indonesia. Seperti yang saya alami beberarapa hari yang lalu, tiba-tiba saya ditelpon oleh teman yang juga penulis yang memberi undangan bahwa akan ada hadir seorang penulis yang sekaligus seorang herbalis.

Tentu saja saya sangat gembira dengan undangan tersebut karena memang ingin berjumpa dengan beliau untuk berbincang dan berbagi ilmu kepenulisan juga ingin berbincang tentang pengobatan herbalis. Undangan tersebut memang bukan yang pertama kali, tetapi beberapa kali kehadiran Pak Ali Harsojo di Jember dan Bondowoso selalu terlewatkan karena selalu berbenturan dengan kegiatan saya yang lain. Kali ini, karena lokasi undangan lumayan dekat dengan rumah saya, maka saya sangat berniat untuk hadir.

Namun lagi-lagi ada saja hal yang akhirnya membuat saya tak bisa hadir karena mendadak suami saya mendapat giliran pengajian di rumah dan pemberitahuannya sangat mepet. Memesan catering minimal harus 100 porsi, lah anggota pengajian hanya 40 orang, itu pun bila hadir semua. Maka saya mau tidak mau harus memasak. Alhasil, saya tidak bisa lagi hadir memenuhi undangan beliau bersama teman-teman penulis lain.

Tidak disangka tidak dinyana, Pak Ali dan teman-teman penulis di wilayah saya memberi surprise, mereka yang hadir ke rumah saya. Kedatangan tamu dalam jumlah banyak dan tiba-tiba, dalam bahasa Madura disebut dengan ‘digrebeg’ alias didatangi rame-rame. Ya, sore itu saya digrebeg oleh Pak Ali bersama teman-teman yang semua bisa menncicipi lontong sayur buatan saya.

Salam Literasi.

Balung, 24Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post