Literasi Kala Pendemi
Oleh Hermin Agustini
# Tantangan Menulis Gurusiana
# Hari ke-203
Tak …tik…tak…
Jarum jam terus berdetak
Tatapnnya kosong di ruang kosong
Buku-buku bertengger rapi
Terlelap di ruangan sunyi
Larangan berbicara tak lagi bermakna
Tak ada suara siapapun bercanda
Larangan makan atau minum tak terbaca
Tak ada siapa-siapa
Hanya penjaga berkacamata yang setia
Bermanja menyapa semua buku tertata
Membersihkan debu yang lancang bertahta
Pada sederet eja menunggu pembaca
Pandemi membatasi kita tuk bersua
Menjaga jarak ketika berjumpa
Tak ada mesra apalagi manja dalam tawa
Napas pengap dibalik mata bicara
Kapankah sua kita menjadi mesra
Kapankah kulihat senyum rekah pipi merona
Di antara bocah menjelang remaja
Bersemangat belajar mewujudkan asa
Tak perlu menunggu kapan
Detak waktu takkan paham
Literasi tetap geliatkan semangat
Mengeja aksara menyerap makna
Meski hanya melalui online saja
Balung,17 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
