Mahkota Palsu 82
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-197
# Tantangan Menulis Gurusiana
Semangat pagi menyeruak dari jendela kamar yang menghadap matahari, jingga di punggung gunung raung memperelok pemandangan pagi itu. Nela menghirup udara segar hingga menembus seluruh ruang parunya agar sejuk seluruh kegersangan yang sedang melanda hatinya.
Kicau burung prenjak pipit membuatnya iri akan kehangatan diantara mereka yang sibuk melompat dari ranting ke ranting. Ada yang tak beranjak menjaga sarang, mungkin sedang bertelur, sementara yang lain sibuk datang dan pergi, mungkin membawa makanan. Nela iri akan ikatan batin antara burung-burung itu, mesra dalam kicau ceria.
Sungguh berbanding terbalik dengan yang harus ia jalani. Harapan kebahagiaan kemesraan dan gelimang materi yang pernah Tiyok janjikan hanya menyisakan sesal. Nela mengalihkan pandangan pada Alan yang masih lelap memeluk boneka mobil-mobilannya. Memandangi wajah Alan yang sangat mirip dengan Tiyok membuat harapannya menguat, bahwa Tiyok akan kembali. Kalau pun Tiyok tak lagi mencintainya dan mampu melupakannya, tak mungkin jika ia akan melupakan buah hatinya.
Nela mencium kening Alan penuh kasih dan iba, anak sekecil itu harus menerima beban ditinggal papa yang seharusnya menemani hari-hari pertumbuhannya mengenal dunia dengan lebih baik. Papa yang harusnya mengajarinya banyak hal, perannya terpaksa digantikan oleh Akung yang kini mulai sering sakit. Hanya Fatma yang dengan segenap perhatian dan tenaganya mendampingi Alan sekaligus Nela. Fatma terpaksa harus kuat dan tangguh demi Ayah, Ibu, Nela dan semua keponakannya.
Rupanya Alan terganggu dengan pelukan Nela, ia membuka mata dan tertawa lebar mendapati mamanya ada di dekatnya. Alan bergegas duduk dan mengulurkan tangannya dengan rengekan manja ingin digendong.
“Haaayuuuk, sayank…, gendong mama ya?” ucap Nela sambil menggendong dan sekali lagi mencium Alan dengan penuh kasih sayang. Hanya Alan yang kini menjadi satu-satunya pelipur lara hatinya. Hanya Alan menjadi penyemangat hidup Nela dalam meniti jalan yang tak lagi jelas untuk ia lalui.
“Hai! Cowok cakep udah bangun?” sapa Fatma pada Alan yang tentu saja langsung meminta pindah gendong. Tangannya mengulur manja pada Fatma.
“Ndak mau! Tete ndak mau gendong Alan masih kecuuut…,” goda Fatma mengabaikan uluran tangan Alan yang mulai merengek merontokkan hati yang kemudian menggendongnya dan mengajaknya menemui Akung di ruang tengah. Akung hari ini kurang sehat sehingga hanya shalat di rumah dan tidak melakukan jalan-jalan pagi secara rutin seperti biasa berkeliling naik motor bersama Alan.
“Alan mandi dulu ya?” sapa Akung pada balita imut yang menggemaskan itu.
“Masih dingin Kung,” jawab Fatma mewakili Alan yang belum terlalu bisa berbicara di usianya yang belum dua tahun. Alan tampak girang ingin ikut Akung, ia mengira Akung akan mengajaknya seperti biasa. Hanya Alan yang tak merasakan apapun sejak papanya pergi bersama Mira.
“Bagaimana kabar ibu mbak?” tanya Nela melalui telephon whatsapp pada mbak Darmi kakak perempuan Tiyok karena dia tak pernah mendapat jawaban dari Tiyok.
“Alhamdulillah, kabar ibu baik, dik,” jawab mbak Darmi.
“Loh, katanya ibu sakit dirawat di rumah sakit?”
“Kata siapa?” tanya mbak Darmi terdengar heran dan semakin heran mendengar penjelasan Nela tentang kepergiaan Tiyok. Dari mbak Darmi, Nela juga tau jika hanya anak-anak ditinggal bersama nenek di Surabaya sementara Tiyok tak tau kemana rimbanya meski Tiyok menjelaskan jika ia bekerja. Kabar itu membuat Nela kehilangan seluruh ototnya, prasangkanya kepada Tiyok semakin membuncah ke ubun-ubunnya namun tak tau ia harus melampiaskan kemarahannya. Bersambung …
Balung, 11Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
