Menemui Penulis Kata Pengantar
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-212
# Tantangan Menulis Gurusiana
Bertemu orang penting dan mempersembahkan buku hasil karya yang di dalamnya tertera kata pengantar dari beliau yang bersangkutan, adalah hal yang sangat luarbiasa karena kata pengantar adalah bagian penting dari sebuah hasil karya tulis sebagai pembuka.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pengantar terdiri dari dua kata dasar yaitu kata dan pengantar atau antar. Pengantar merupakan salah satu jenis kata benda atau nomina yang memiliki arti pembimbing; orang yang mengantarkan; alat untuk mengantarkan; serta pandangan umum secara ringkas sebagai pendahuluan. Sehingga bisa disimpulkan menurut KBBI, kata pengantar adalah kata pendahuluan atau pandangan umum secara singkat dan jelas sebagai pendahuluan suatu karya tulis.
Dalam hal ini penulis memiliki kebebasan kepada siapa ia akan memintakan kata pengantar pada karya tulisnya, bisa pejabat, pimpinan instansi tertentu, orang-orang terkenal atau bisa pula orang yang mewakili penerbit. Penulis juga bisa meminta Kata Pengantar kepada bupati, gubernur, atau bahkan kepada presiden, yang tentu saja harus melewati banyak persyaratan dan prosedur kelayakan untuk memperolehnya.
Saya sendiri selalu mengupayakan agar buku karya saya memperoleh kata pengantar dari orang-orang penting di lingkungan terdekat saya. Menurut saya, sebuah buku akan semakin kerren dan mempunyai daya tarik lebih bila penulis kata pengantarnya adalah orang-orang kerren, bekken bahkan terkenal. Dan saya selalu merasa lega sekaligus bangga ketika sebuah karya terbit dan bisa bertemu langsung orang-orang penting yang memberikan kata pengantar. Tentu saja, sebagai penulis harus memahami dan mematuhi etika berhadapan dengan orang-orang penting yang membubuhkan kata pengantar pada karya tulisnya.
Buku pertama saya yang berjudul “Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku” telah memperoleh kata pengantar dari Bupati Jember yang waktu itu dijabat oleh Ibu dr.Hj. Faida, MMR. Dan buku kedua berjudul “Purnama di Beranda Dapur” mendapat kata pengantar dari Ketua Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris
Program Pasca Sarjana UNISMA, Ibu Dr. Dra. Mutmainnah Mustofa, M.Pd dan Kepala Sekolah SMPN 1 Balung, Bapak H. Chalid, S.Pd, M.Pd. Untuk sebuah novel berjudul “Kulipat Rinduku” mendapat kata pengantar dari Bapak H. Ewan Salus Prijono, S.Pd., M.Pd, Kabid Pembinaan SMP Dispendik Kab.Jember.
Sedangkan buku karya berikutnya masih dalam proses perjuangan berjibaku dengan waktu untuk menyelesaikannya. Siapakah yang akan memberikan kata pengantar berikutnya? Tentu saja saya harus berjuang memantaskan buku saya agar bisa memperoleh kata pengantar dari orang-orang hebat meski bukan hal mudah, tetapi saya ingin berupaya dengan seluruh kemampuan dan do’a untuk memperolehnya.
Balung, 26 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
