Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kulayarkan Biduk Kertas
www.google.com

Kulayarkan Biduk Kertas

# Hari ke-242

# Tantangan Menulis Gurusiana

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 1 Balung

Derasnya hujan mewakili air mataku yang tak lagi mampu menangis. Langit begitu pekat tak memberi kesempatan bintang memberi penunjuk arah. Desau angin melimbungkan biduk kertas syarat penumpang. Perjalanan ini terlampau jauh untuk kembali pulang.

Aku harus tetap tenang, meski seluruh hatiku telah tenggelam dalam keraguan. Sanggupkah biduk kertas ini menyeberangi lautan? Kulihat wajah si cantik semata wayang, ku toleh si Andika keponakan piatu tanpa perhatian, Si Haris dalam perantauan, Si Indah dalam dera keraguan panjang, mbakku berjibaku dengan kelenjar getah bening, kakakku, adikku yang sedang terlilit kehidupan dan ibu yang tak pernah paham kasih sayang. Semua tak bisa kutinggalkan.

Biduk kertas terombang ambing dalam deru hujan badai. Aku harus terus mendayung agar biduk ini terus berlayar. Harus terus melaju meski bahuku telah lelah. Aku tau kau pasti memberikan bahumu Duhai cinta. Namun, ma’afkan aku harus layarkan bidukku dengan bahuku. Hanya ijin dan ridhamu yang kuharapkan agar ridha Sang Maha Pengatur kehidupan selalu kudapatkan.

Balung, 30Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post