Membangun Karakter Melalui Dongeng Berbasis IT
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-221
# Tantangan Menulis Gurusiana
Dahulu, duluuuu …sekali, sebelum sekarang, ketika tidak semua orang bisa memiliki fasilitas lampu listrik. Ketika tidak semua orang mampu membeli TV hitam putih. Ketika itu saya masih kecil kira-kira enam atau tujuh tahunan, saya sering mendengarkan ayah mendongeng sebagai pengantar tidur.
Cerita tentang Hasan dan Husen si Saudara Kembar, tentang Kancil Mencuri Timun, tentang Keong Emas dan banyak dongeng yang saya lupa judulnya dan mungkin memang tak pernah ada judulnya karena mungkin dongeng tersebut adalah karangan ayah sendiri untuk menyampaikan pesan-pesan bernilai kepada saya tanpa saya sadari.
Tak jarang ayah menceritakan perjalanan hidupnya sendiri yang penuh perjuangan sampai beliau menjadi tentara rakyat Indonesia dan pernah berjabat tangan dengan presiden Soekarno. Ayah juga menceritakan betapa sulitnya masa-masa perjuangan yang kemudian dibandingkan dengan betapa telah banyak kemudahan pada masa saya. hikmah-hikmah cerita kepahlawanan, keperdulia dan nilai-nilai cinta tanah air mengalir tanpa membosankan.
Suatu ketika, ayah pun bercerita tentang “Bepak, Bhebhuk, Guru, Ratoh” bahasa Madura yang Artinya Ayah-Ibu, Guru dan Raja. Menurut ayah, dalam kehidupan sehari hari baik anak kecil maupun orang dewasa harus menghormati orang tua yaitu ayah dan ibu, guru sekolah maupun guru ngaji serta pemimpin atau pemerintah. Bersikap dan berbicara sopan serta santun, juga mematuhi nasihat-nasihat baiknya.
Dongeng-dongeng ayah ternyata tetap mampu saya ingat dan menjadi kebiasaan-kebiasaan yang mengalir begitu saja dalam kehidupan sehari-hari saya sejak itu bahkan sampai kini. Saya bersyukur ayah pernah mendongeng untuk saya. Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik dengan cara sangat menghibur bahkan sangat menenangkan ketika itu yang kini ternyata“Bepak, Bhebhuk, Guru, Ratoh” bukan sekedar dongeng biasa melainkan salah satu kearifan lokal suku Madura dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dari pengalaman itu saya mulai berpikir tentang anak saya dan siswa saya yang kini sedang terikat penggunaan gadget sebagai tuntutan dunia pendidikan yang harus mereka lalui apalagi pada masa pandemic ini. Dunia pindah ke dalam genggaman! Yang mau tidak mau, diakui atau tidak, manfaat penggunaan gadget disertai oleh sisi negative yang tak mudah kita telusur sebagai orang tua. Budaya-budaya luar tanpa terasa mulai mengubah gaya hidup para generasi muda melalui lagu, film maupun fashion yang mereka akses dengan mudah. Disinilah, nilai-nilai luhur bangsa yang berakar dari kerifan lokal mulai terkikis dan ditinggalkan.
Lalu, bagaimana cara membangun kembali nilai-nilai luhur itu agar bisa membentuk generasi muda yang berkarakter? Tentu saja kita harus bisa membuat sesuatu yang bisa menandingi ketertarikan generasi muda kepada budaya luar. Kita harus bisa menggunakan kemudahan IT untuk menggaungkan nilai-nilai luhur bangsa. Misal dengan cara membuat konten youtube yang memuat dongeng menarik, cerita rakyat dan kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa.
Tentu perlu kerja keras dan perjalanan panjang untuk mewujudkannya. Perlu kerjasama yang baik dan solid serta keikhlasan yang sangat lapang untuk melaksanakannya, saya hanya mempunyai lamunan yang sangat membutuhkan bantuan untuk mewujudkan semua itu. Jika ada di antara para pembaca yang mempunyai pemikiran sejalan dengan saya, semoga diberi kemudahan untuk bisa bersama mewujudkan mimpi saya demi masa depan anak bangsa. Semoga menjadi impian kita bersama yang akan kita wujudkan bersama.
Beberapa hal yang bisa membantu terwujudnya lamunan ini diantaranya; team yang siap bekerja dengan sukarela yang bisa terdiri dari penulis, terutama para guru yang melimpah ide dan bisa menuangkannya ke dalam buku-buku bacaan inspiratif, sutradara yang bisa mengubah buku menjadi film, para youtuber, para ahli IT, serta dukungan dari pihak berwenang yang bisa bekerja sama serentak mewujudkan lamunan menjadi nyata. Entah apalagi…
Wish the Dream Come True
#mimpibundaguru#
Balung, 7 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
