Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu Masakan Ibu
www.google.com

Rindu Masakan Ibu

# Hari ke-233

# Tantangan Menulis Gurusiana

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 1 Balung

Berbicara masakan tentu tak akan ada habisnya, apalagi saat ini telah menjamur depot-depot dan resto kuliner yang menyediakan masakan khas kedaerahan yang dipernyaman dengan lokasi resto maupun depot di daerah-daerah yang jauh dari keramaian dengan lingkungan yang masih sangat asri. Tentu sangat nyaman dan menyenangkan menghabiskan waktu senggang bersama keluarga.

Namun ada pula masakan yang tak bisa ditemui di resto maupun di depot karena memang tidak terkenal dan dibuat oleh orang-orang tertentu saja dan hanya orang-orang tertentu pula yang bisa menikmatinya. Contohnya saya, yang sangat menyukai manisan pepaya yang ketika saya kecil dulu sering dibuat oleh ibu.

Nah, ketika rindu pada beliau saya mencoba mengingat apa saja yang bisa menjadi pengobat rindu selain melangitkan do’a. Ketika kecil saya suka sekali makan premen sampai gigi saya ‘ghigis’ bahasa Jawa untuk gigi keropos menghitam yang dialami anak kecil semasa masih gigi susu. Mungkin Ibu khawatir jika saya terus menerus memakan premen akan semakin merusak gigi saya. Maka ibu membuatkan saya manisan dari buah papaya yang dibentuk bola-bola bisa diwarna hijau atau merah dan orange.

Sangat mudah untuk membuatnya, dan kini menjadi andalan saya ketika saya mendapat tugas harus membuat es buah pada acara-acara tertentu, maka campuran manisan papaya ini menjadi menu paling istimewa (bukan karena saya yang membuatnya) tetapi memang rasanya khas dan sederhana dengan sensasi rindu ketika menghirup aroma kayu manis yang bercampur aroma rendaman kapur sirih.

Kekhasan rasa ini menjadi sajian khusus yang paling dicari oleh saudara-saudara yang hadir di rumah saya pada saat Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Rasanya yang segar dan aroma kayu manis yang kuat mengikat rindu untuk bertemu, banyak kenangan yang akan mengalir ketika manisan ini saya suguhkan. Mendengar kembali masa-masa semasa ada ibu tentu sangat menjadi pengobat rindu yang mampu menghadirkan suasananya seperti ketika beliau ada dan selalu beliau yang paling sibuk menyiapkan menu ketika semua putra dan putrinya berkumpul.

Bagaimana resep dan tampilannya? Besok pagi ya… sekarang saya masih harus mencari papaya setengah matang di kebun belakang. Butuh waktu dan kesabaran ya…

Balung, 19 Maret 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post