Secangkir Kopi Pahit
# Hari ke-234
# Tantangan Menulis Gurusiana
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 1 Balung
Bulan temaram pucat tak berseri
Termenung dalam pahit secangkir kopi
Tak ada cerita tentang pagi
Siangku pun tak indah untuk dibagi
Angin berbisik pada ranting
Merayu dedaunan agar menari
Meski jagad semakin sepi
Bulan remang tetap setia menemani
Menerima takdir yang harus dijalani
Dalam temaram tak seterang mentari
Bersamaku di sini membaca bait diri
Menelan pahit secangkir kopi
Berjejal sesak dalam tarikan napas
Tercekat kata dalam kering kerongkongan
Bergemuruh tanya dalam pikiran
Maukah kau bertukar hati?
Agar bisa nikmati pahit kopi pagi
Bersamaku membangun sinergi
Seimbangkan karsa dalam rasa
Lenterakan hati tuntaskan cita bersama
Balung, 22 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
