Tak Bisa Memilih
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-215
# Tantangan Menulis Gurusiana
Anggrek Bulan putih menyapa pagiku
Keelokan warnanya memesona
Putih memandangiku penuh tanya
Mengapa tak ada wangi kopi pagiku
Mengapa tak terdengar senandung mengalun
Mengapa tak ada senyum terkulum
Anggrek Bulan putih tetap tenang memesona
Ia terdiam terpaku bertengger tanpa suara
Meski ia telah banyak menyimpan cerita
Ia tau pagi ini lelahku sedang mendera
Dalam lembut putihnya ia berbisik tenang
Bahwa hidup adalah pilihan
Tapi siapa yang harus aku pilih?
Di antara saudara dan handai taulan
Semua tangan berpeluh mengharap kurengkuh
Siapa yang harus aku dahulukan?
Ya Robb…
TanpaMu tiada daya yang mampu kuberikan
Sekalipun pada Anggrek Bulan yang butuh kusiram
Balung, 1 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
