Ketika Ia Memanggilku Segera Pulang
# Hari ke-247
# Tantangan Menulis Gurusiana
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 1 Balung
Sore telah hilang di perjalanan pulang ketika berkali kali ada panggilan masuk. Sudah pasti itu dari Si cantikku. Pasti ia ingin aku bawakan oleh-oleh, pikirku. Aku tak bisa segera menerima telpon darinya karena jalanan sedang macet dan aku ada di tengah-tengah poros jalan, minggir ke kiri maupun ke kanan sangat tidak mungkin. Aku terus merayap sampai pada sebuah pertokoan dengan parkir luas kuputuskan untuk menepi. Sekalian ingin menyanyakan apa yang ingin dipesan si cantik.
“Ada apa sayang?” Tanyaku dengan nada paling hangat.
“Adek boleh cerita?” tanyanya dengan napas berat yang langsung ku jawab dengan kata, Tidak boleh!” dengan nada yang hampir melengking. Aku tau dia akan berkisah mengapa ia sampai kambuh sesak napasnya. Ya mungkin dia memang persis dengan aku jika menyampaikan sesuatu pasti panjang kali lebar kali tinggi, hehe..
“Adek sekarang sesaknya kambuh jadi hemat bicara, percuma dibahas melalui telepon! Mending bunda cepetan pulang,” cerocosku cemas.
Aku yang belum terbiasa berkendara dengan kecepatan tinggi kali ini mencoba untuk berani meski tak bisa secepat sang suami. Minimal aku berani melaju lebih cepat dari pada sebelumnya. Anakku sedang membutuhkanku segera bisa bersamanya.
Semoga nanti ia bisa tidur lelap dan kembali ceria seperti sedia kala setelah pertolongan pertama terlaksana.
Balung, 4 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
