Mahkota Palsu 85
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-261
# Tantangan Menulis Gurusiana.
Apakabar Pembaca setia!
Kali ini saya akan kembali memanjakan rasa melalui kisah yang lama terjeda, “Mahkota Palsu” kini kembali haadir untuk penggemar saya.
Sebagai pengingat, saya sampaikan kisah terdahulu sebagai berikut:
Pagi hadir tanpa kata, seolah enggan mendengar cerita Nela yang tak pernah jelas sedang melakoni apa. Ia bersuami, mengenakan mahkota kehormatan sebagai seorang istri, namun tanpa makna. Suami yang seharusnya menjadi sosok paling menentramkan sebagai pelindung keluarga tak pernah ada di sisinya. Jangankan kehadirannya, berkabar saja sudah hampir tak pernah terjadi. Nela hanya tau kabar tak pasti dari mbak Darmi, kakak iparnya yang kini mengurus ibu mertua juga anak-anak Tiyok yang ternyata tak pernah bersekolah.
Kehidupan Nela yang tenang sebelum kehadiran Tiyok, kini terseret ke dalam arus kecarut marutan kehidupan Tiyok yang misterius tanpa kepastian. Nela berusaha untuk menenangkan dirinya dalam kegiatan sehari-harinya. Ia bersyukur memiliki keluarga besar yang selalu hangat membelanya. Akung, Uti, Fatma dan anak-anaknya adalah kebahagiaan yang menguatkan hatinya.
**************
Hari berganti, hingga tak terasa telah setahun menanti dalam rasa tidak pasti. Sejak Akung mencari informasi tentang keberadaan Tiyok dan menemui kenyataan bahwa anak-anak Tiyok tidak bersama Tiyok bahkan bersama Bude Darmi dan tidak bersekolah membuat Akung sangat prihatin dan semakin meragukan tanggungjawab Tiyok sebagai kepala rumah tangga. Kepada anak kandungnya saja dia tega, apalagi pada anak-anak Nela?
Sementara Nela tetap asyik dengan dunianya sendiri, ya tetap seperti dulu, dunia maya menjadi tempatnya meluapkan keluhan dan emosi. Dunia Maya menjadi kebahagiannya, tak ada sekat mana nyata mana maya. Bahkan Nela kembali akrab bersama Pak Bram, lelaki beristri yang sok bijak.
“Ngapain Mbak masih telpon-telponan dengan suami orang?” Ketus Fatma memprotes kakaknya yang sering berlama-lama menerima telpon dari Pak Bram. Melihat kesewotan adeknya, Nela hanya nyengir tanpa makna. Protes adeknya tak ia hiraukan. Dia tetap asyik bercanda dengan seberang telepon, malah memilih masuk kamar agar tak terganggu siapapun. Perilaku Nela ini membuat Fatma sangat geram.
“Mbaaak!” teriaknya sambil menggedor pintu kamar membuat Akung dan Uti bergegas mendekat.
“Ada apa?” Tanya Akung heran sementara Uti menunggu jawaban di belakang langkah Akung yang buru-buru. Belum sempat Fatma menjawab, Uti malah menanyakan di mana Alan kecil yang kini telah berusia tiga tahun. Fatma menggunakan kesempatan ini untuk kembali menggedor pintu kamar Nela tanpa menghiraukan pertanyaan Uti.
“Mbak…?” Mana Alan?” Telponan terus, anaknya gak diurus!” teriak Fatma makin sengit membuat Nela keluar dari kamarnya dengan bersungut sungut, “Ada apa?” tanyanya tanpa rasa bersalah.
“Mana Alan?” tanya Akung yang tanggap dengan kegusaran Fatma, sedangkan Uti langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dan tanpa ingin terlibat dalam keributan. Uti memilih langsung bertindak mencari Alan yang ternyata sedang bermain bersama Yanti di tetangga sebelah rumah. Uti mengajak mereka berdua untuk pulang karena waktunya makan siang. Utilah yang selalu berperan memperhatikan anak-anak Nela dengan penuh kasih sayang.
Akung tak ingin berpanjang kata, ia meninggalkan Nela demikian pula Fatma. Ia tidak melanjutkan membantu kakaknya memasang kancing baju pesanan pelanggan. Fatma masih jengkel dengan kebiasaan Nela yang terus menerus melakukan hal yang salah tanpa merasa bersalah. Seperti biasa, Akung diam meski sebenarnya pikirannya berkecamuk. Akung tak habis pikir, mengapa Nela seperti tak pernah jera bermain-main dengan masalah.
Bersambung…
Balung, 18 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
