Mahkota Palsu 90
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-273
# Tantangan Menulis Gurusiana.
“Bagaimana kabar Tiyok?” tanya Akung penuh selidik meski sebenarnya Akung tau apa yang terjadi anatar Nela dan Tiyok. Akung bertanya demikian dengan tujuan ingin mengajak Nela agar ingat bahwa ia masih berstatus sebagai istri Tiyok. Dan seperti biasa, ketika di ajak bicara serius Nela hanya bisa diam membantu. Ia tiak ingin merespon apalgi berpikir. Ia merasa benar-benar tidak nyaman dan ingin Akung segera mengakiri memberondognya pertanyaan yang tak bisa ia jawab.
“Sudah berhasil menghubungi Tiyok, Nduk?” Akung bertanya lagi yang hanya dijawab dengan gelengan lemah tanpa ekpresi. Nela hanya menunduk tanpa kata.
“Kamu dan Bram masih sama-sama dalam ikatan pernikahan masing-masing, tidak seharusnya merencakan hubungan serius ke pernikahan. Itu salah besar Nela,” Kata Akung dengan suara berat dan menyebut nama Nela berarti Akung sedang sangat marah. Akung menatap putri sulungnya itu dalam-dalam dengan rasa bercampur aduk antara marah dan iba. Tak asing bagi Akung dengan sikap Nela yang selalu seperti itu.
Akung tak menunggu lama, ia juga tak akan menunggu jawaban Nela yang tak akan pernah ia dapatkan. Akung hanya ingin agar Nela mau berpikir dengan pertanyaan-pertanyaannya tadi.
“Bagaimana Kung?” tanya Uti penasaran melihat wajah Akung yang mendung.
“Hmmm …, Akung menghela napas panjang sembari menghempaskan dirinya duduk di sofa ruang tamu. Uti segera meninggalkan Akung dan kembali dengan secangkir kopi panas kesukaan Akung. Begitulah upaya Uti untuk mencairkan suasana dan dengan sabar Uti menunggu Akung untuk bercerita. Namun rupanya Akung masih tak ingin berbagi cerita dengan Uti, Akung lebih banyak terdiam dan merenung pertanda ia sedang berpikir keras. Uti sangat paham dan tak menggangunya dengan pertanyaan apapun. Ia memilih duduk tenang di samping Akung.
“Aku harus memastikan nasib putri kita, Buk,” akhirnya Akung bicara.
“Maksud Akung?” tanya Uti heran
“AKung harus ke rumah Tiyok lagi dan memastikan apa mau Tiyok agar nasib putri kita tak menggantung seperti ini,” Jawab Akung dengan wajah prihatin.
Berhasilkah AKung meminta kepastian Tiyok? Bersambung ...
Balung, 29 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
