Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mahkota Palsu 98
www.googgle.com

Mahkota Palsu 98

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-302

# Tantangan Menulis Gurusiana

“Istigfar, Nduk,” ucap Uti memeluk Nela yang terisak tangis disampingnya. Perjalanan ke rumah sakit serasa amat lambat meski pak Armo sebenarnya selalu sigap mempercepat laju mobil Akung. Akung yang berada di jok depan bersama Pak Armo tetap berusaha tenang meski raut wajahnya tak bisa sembunyikan duka.

Meski Uti berupaya tenang untuk menenangkan Nela, namun air matanya tak mampu ia bendung. Bibirnya bergetar mengucap do’a tanpa suara. Ia terus memeluk Nela yang tak henti menangis pilu. Sementara pak Buyung yang berada di jok paling belakang hanya tampak iba menyaksikan kesediahan yang sedang meliputi keluarga Nela.

Akhirnya, rombongan kecil itu tiba juga di rumah sakit. Semua mata tertuju pada ruang bertulis UGD ketika melintas mencari tempat parkir. Tampak di luar ruang itu agak ramai dengan beberapa orang denga wajah-wajah gelisah, pemamdangan yang sebenarnya biasa terjadi di luar ruang Unit Gawat Darurat karena keluarga sedang menunggu pasien mendapat pemeriksaan awal sebelum menuju ke kamar rawat.

“Biar Akung saja yang turun mencari info, yang lain tetap di sini,” kata Akung mengomando rombongannya. Akung telah memprediksi bahwa keluarga Bram, anak dan istri pertamaya pasti telah tiba terlebih dahulu di rumah sakit karena rumah mereka memang tak jauh dari sana.

Akung berjalan sedikit tergesa menerobos kerumunan orang, berusaha mencari informasi tentang pasien tabrak lari bernama Bramantyo.

“Ma’af Pak, tadi juga ada yang mengaku sebagai keluarga bapak Bram. Mereka membuktikannya dengan membawa surat keterangan keluarga,” kata seorang petugas rumah sakit pada bagian informasi.

“Sekarang Pak Bram dirawat di mana?” tanya Akung lebih lanjut.

“Pak Bram telah meninggal dan sekarang sedang dimandikan pihak rumahsakit karena lukanya parah,” jawab petugas tadi.

“Innalillahi wa’iinna ilaihi roji uun …, gumam Akung dalam pilu yang dalam mengingat putrinya akan kehilangan lagi. Namun Akung berusaha tetap tegar agar Nela tak semakin lemah.

Di tempat parkir tampak Uti gelisah menemani Nela yang ak bisa lagi dilukiskan kegelisahannya. Ia sangat ingin berlari mencari Bram namun masih terkendali dalam pengawasan Uti dan Akung yang sabar mendampinginya.

“Bagaiman,Kung?” tanya Uti penasaran. Namun Akung tak menjawab, ia langsung memluk Nela dan membisikkan agar putri sulungnya itu tetap tabah menerima kenyataan pahit ini.

“Nggak…! Nggak mungkin!” pekik Nela dalam deru tangisnya.

“Aku mau temui suamiku!” ucapnya sembari berlari kecil limbung. Untung saja akung dengan sigap merangkul Nela yang kemudian segera dibantu pak Armo dan Pak Buyung. Ia dibopong menuju kursi ruang tunggu di koridor rumah sakit. Uti sibuk mengoles minyak kayu putih agar Nela segera siuman. Begitulah Nela, antara sadar dan pingsan. Jika sadar ia hanya akan menangis, pingsan lagi.

Keadaan ini tentu sangat memilukan. Akung bergegas ke ruang pemandian jenazah berusaha mencari informasi lebih lanjut tentang Bram. Di sana telah berjajar beberapa keluarga Bram termasuk istri pertamanya yang tampak sangat tegar tanpa air mata. Ia hanya tampak emosi mengurus segala administrasi dan meminta agar jenazah suaminya dibawa pulang ke rumahnya bukan ke rumah Nela. Akung yang berusaha berkomunikasi dengan baik meminta ijin agar Nela diberi kesempatan mengantar almarhum sampai ke pemakaman.

Akankah permintaan Akung diterima oleh pihak keluarga istri pertama Bram?

Bersambung …

Balung, 28 Mei 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post