Ketika Ruang dan Waktu Memberiku Kesempatan
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-323
# Tantangan Menulis Gurusiana
Menjadi guru penulis itu wajib! Bisa menerbitkan buku itu Kerren!
Bermula dari keinginan untuk berbagi pengalaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari terutama sebagai seorang guru, maka saya ingin mengabadikan pengalaman kecil itu dalam sebuah tulisan dengan harapan bisa dibaca sebagai inspirasi atau sekedar berbagi pengalaman dengan pembaca.
Saya meyakini bahwa sehebat apapun sebuah ide maupun pengalaman akan hilang manfaat tergilas waktu bila tidak tertuang dalam tulisan. Namun sekecil apapun ide dan pengalaman akan lebih bermanfaat dan menjadi luar biasa jika mampu memberi inspirasi banyak orang melalui tulisan. Oleh karena itu, terus menggeliat melalu pelatihan sagusabu, satu guru satu buku adalah jalan keluar agar saya bisa menorehkan jejak pengalaman dalam bentuk tulisan.
Sagusabu pertama saya ikuti di kabupaten Bondowoso dan berhasil menerbitkan buku pertama saya berjudul “Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku.” Launching pertama tersebut membuat saya berdecak kagum terhadap antusias dan semangat para guru yang mengikuti pelatihan sampai berhasil menerbitkan. Saya semakin berdecak kagum atas support dan kerjasama luarbiasa dari berbagai pihak di kabupaten itu.
Akhirnya, saya bersyukur ketika PGRI Jember yang diketuai oleh Drs.H. Supriyono, SH.,MM juga menggelar pelatihan Sagusabu untuk para guru tidak hanya dari Jember, namun ada pula peserta dari kabupaten lain. Bagai ikan menemukan airnya, saya kembali mengikuti pelatihan tersebut hingga berhasil menerbitkan buku kedua berjudul “Purnama di Beranda Dapur,” dan seperti bisa, acara launching buku adalah ritual yang selalu dilakukan untuk memupuk semangat para penulis agar ia terus berkarya.
Meskipun acara launching buku saat itu dilaksanakan dalam suasana covid dan masih disisipkan pada acara rakor PGRI, namun sensasi bangganya tetap sama. Apalagi acara tersebut dihadiri oleh Plt Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jember. Acara foto bersama orang-orang ternama selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami para penulis baru. Pigura cover pun menghias salah satu dinding ruang PGRI.
Sebagai penulis, saya tak ingin berhenti sampai di sini. Saya tetap terus mengasah keterampilan menulis dengan terus mengikuti pelatihan sagusabu. Kali ini saya mengikuti pelatihan sagusabu yang dilaksanakan oleh Kemenag Jember. Pada kali ketiga ini, saya pun berhasil menerbitkan sebuah novel berjudul “Kulipat Rinduku”. Ritual acara Launching adalah saat yang ditunggu oleh setiap penulis yang karyanya telah terbit.
Acara launching dihadiri oleh kepala Kemenag dan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jember yang saat itu didapuk untuk mewakili ketidakhadiran Bupati yang sedang berdinas ke luar kota. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, disampaikan agar geliat para guru penulis tidak hanya selesai sampai pada acara Launching, tetapi harus terus berkarya dan terus menghidupkan geliat literasi.
Saya jadi teringat pada beberapa pigura cover buku yang menghiasi salah satu dinding di kantor PGRI. Semoga tidak hanya pigura yang terpampang sebagai hiasan dinding si sana, tetapi semoga juga terwujud adanya tempat untuk menampung buku-buku hasil karya para guru penulis di kabupaten Jember.
Oleh karenanya, saya merasa perlu untuk memberanikan diri memulainya. Dari beberapa buku yang telah saya terbitkan, baik karya solo maupun antology, saya serahkan kepada PGRI untuk melengkapi pojok literasi di sana. Semoga langkah kecil ini akan menjadi inspirasi sehingga akan bermunculan banyak karya tulis yang bisa dibaca sebagai rekam jejak guru yang selalu menggeliat menuju sebuah kepantasan bahwa sosoknya akan selalu digugu dan ditiru.
Jika bukan kita yang memulai, lalu siapa yang akan mengisi rekam jejak literasi sebagai inspirasi penting yang sangat dibutuhkan untuk memotivasi generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih literat sebagai penanda sebuah kemajuan bangsa.
Balung, 17 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
