Mahkota Palsu 103
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-309
# Tantangan Menulis Gurusiana
Acara do’a dan tahlil tetap dilangsungkan untuk mendo’akan almarhum Bram, sementara Nela masih sering pingsan Makala teringat bahwa kini ia kembali ditinggalkan oleh orang yang menjadi tambatan hatinya.
“Sudah mbak, sabar kasihan anak-anak terutama Alan yang masih kecil. Sejak kemarin dia ingin mendekat malah takut karena mbak pingsan terus. Alan juga merasakan sedih melihat mbak Sedih,” kata Fatma pada Nela yang berbaring di tempat tidurnya. Fatma harus menemani kakaknya dan membantu memberi yang dibutuhkan mengingat kondisinya masih sering pingsan dan menjadi lemah.
Sudah memasuki hari ke dua. Fatma masih tetap menemani Nela yang masih sering pingsan. Namun siang itu Fatma bernapas lega melihat mbaknya sudah bisa menerima telpon di gawainya, Fatma meyakini bahwa kakaknya akan semakin terhibur mendengar ungkapan bela sungkawa dan ucapan semangat dari teman-temannya.
Fatma membiarkan saja mbaknya menelpon meski lama-lama Fatma menjadi curiga mengapa mbaknya masih bisa berbicara panjang lebar seolah lupa jika ia sedang berduka.
“Telpon siapa, Mbak?” tanya Fatma yang diabaikan Nela. Ia terus berbicara dengan sangat asyik.
“Mbak, matikan HPnya!” Seru Fatma tak tahan lagi melihat kelakuan mbaknya yang bertolak belakang dengan seringnya ia pingsan tetapi tiba-tiba bisa bercanda mesra seolah tak terjadi apa-apa.
“Apa sih?” Tanya Nela pada Fatma tanpa rasa bersalah, ia masih tetap berlanjut mengobrol dengan lalwan bicaranya.
“Tutup telponnya, Mbak! gak cocok dengan duka mbak dua hari ini. Jaga sikap mbak, malu!” cerocos Nela geram. Namun tetap tak digubris oleh Nela yang tetap asyik mengobrol.
Siapakah yang sedang menelpon Nela hingga mampu menghapus dukanya?
Bersambung …
Balung, 3 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
