Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cinta Membawaku Kembali (Part 2)
hermin.gurusiana.id

Cinta Membawaku Kembali (Part 2)

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-354

# Tantangan Menulis Gurusiana

Tiada hari tanpa semangat. Tiada hal berat dalam melaksanakan tugas. Saya yang masih belia merasa sangat termotivasi dalam belajar menjadi guru. Kesempatan untuk memberikan sumbangsih terbaik pada sekolah berlaku untuk semuanya, tak terkecuali saya yang masih kosong dalam pengalaman mengajar. Kami terjalin dalam ikatan keluarga besar yang sangat saling perduli.

Hal semacam itulah yang membuat honor tigapuluh dua ribu tidak menjadi hitungan untung atau rugi. Ada banyak hal yang saya pelajari yang tidak hanya dihitung oleh kalkulasi uang. Ternyata ketikan semua dilaksanakan dengan hati, maka semua berjalan tanpa beban dan rejeki mengalir tanpa terduga.

Waktu itu saya mendapat tugas mengajar di salah satu SMP terbuka di sebuah pondok pesantren yang lokasinya masih agak naik ke lereng gunung. Meski jalanan beraspal namun tikungan dan tanjakan yang tajam sangat tidak direkomendasikan untuk guru perempuan naik motor sendiri. Namun, entah kekuatan dari mana yang menyebabkan saya mampu menikmati mengajar di sana sekali seminggu.

Lagi-lagi pengalaman yang sangat menarik, saya tidak tau berapa honor yang akan saya dapat. Bagi saya saat itu yang penting bisa bertemu dengan siswa pondok yang kalau mau belajar masih harus dijemput oleh petugas pondok karena sebagian besarnya di sawah atau merumput. Sunguh pengalaman luar biasa ketika bisa berbagi ilmu dengan mereka yang masih belum bisa baca tulis. Banyak kejadian lucu sehingga tak ada lelah selain bahagia. Di sana sya belajar banyak ketulusan dan keluguan para siswa dalam kesederhanaan hidup.

Dan ketika pulang, saya berasa baru berbelanja dari pasar. Ada saja yang dibawakan, sayur-mayur dan buah. Apapun bentuk pemberian mereka, saya merasakan hangat ketulusannya. Bahkan, di antara siswa yang punya motor bersedia mendampingi saya mencapai pasar desa. Lagi-lagi ada cinta yang mengikat hati saya. Hubungan seperti keluarga membuat semua terasa menyenangkan dan penuh syukur. Sungguh hati ini selalu penuh kehangatan semangat manakala bersama lingkungan yang bisa saling menerima.

Tidak memerlukan mesin kalkulator untuk menghitung untung rugi bila semua takaran berdasarkan hati. (ulasan berlanjut besok lagi …)

Balung, 18Juli 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post