Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cinta Membawaku Kembali (Part 3)
hermin.gurusiana.id

Cinta Membawaku Kembali (Part 3)

Oleh Hermin Agustini

# Hari ke-355

# Tantangan Menulis Gurusiana

Tiada hari tanpa semangat. Tiada hal berat dalam melaksanakan tugas. Saya yang masih belia merasa sangat termotivasi dalam belajar menjadi guru. Kesempatan untuk memberikan sumbangsih terbaik pada sekolah berlaku untuk semuanya, tak terkecuali saya yang masih kosong dalam pengalaman mengajar. Kami terjalin dalam ikatan keluarga besar yang sangat saling perduli.

Hari berlalu tanpa terasa, ketika Bu Rini dan Pak Armo hadir ke rumah saya membawa berita aka nada tes PNS. Ketika itu saya sedang tidak hadir ke sekolah karena beberapa hari saya sedang kurang sehat. Alhamdulillah selain membawa berita tentang ujian, di map juga disertakan berkas yang saya butuhkan. Bu Rini juga Pak Armo memberi penjelasan apa saja yang perlu saya persiapkan sehingga saya tinggal berangkat tanpa harus repot mengurusi apapun.

Saya pun mengikuti alur, berangkat mendaftar untuk mengikuti tes sekaligus berikhtiar dengan melangitkan do’a. Tentu saja saya meminta didoakan Ayah ibu dan saudara termasuk kepada Bapak Nisful dan seluruh keluarga besar SMP Sumberjambe saat itu. Kehangatan jalinan ini membulatkan hati saya sehingga langkah-langkah saya serasa ringan meski saat itu keadaan ekonomi keluarga sedang goyah karena Ayah yang telah pensiun sedang sakit, begitu pula dengan ibu. Suami kakak sulung yang menjadi pensupport keluarga juga meninggal.

Kala itu benar-benar harus survive dengan segala macam tantangan kehidupan yang seolah belum siap saya hadapi. Sebagai putri ke tiga saya terpaksa bergeser posisi ke nomor satu sebab kakak nomor dua keadaan ekonominya juga belum stabil. Lagi-lagi, hitungan kalkulator tak akan cukup untuk keluarga besar baru dengan mbak yang pulang ke rumah bersama dua anak-anaknya serta adik bungsu yang belum lulus SMA. Namun rejeki Allah sungguh tak terduga, saya lolos ujian PNS dan ditempatkan di SMPN 1 Balung.

Tentu saja saya bersyukur dan bahagia bisa langsung lolos pada sekali ujian di tahun 1998. Namun hati saya masih merasa gamang, merasa belum siap untuk pergi ke dunia luar yang saya belum tau baiagaimana seluk beluknya. Entahlah, hati saya begitu terpaut di sana. Saya pun tidak segera berangkat ke sekolah yang baru padahal sudah mendapatkan ucapan selamat jalan. Lalu apa yang terjadi dengan saya yang tidak segera mengikuti SK penempatan?

(Ulasannya saya lanjutkan besok …)

Balung, 19 Juli 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post