Cinta Membawaku Kembali (Part 6)
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-360
# Tantangan Menulis Gurusiana
Balung, 24 Juli 2021
Maksud hati hanya satu atau dua jam maksimal berada di pondok, karena memang tidak pernah bisa sebentar. Siapa pun yang ke sana pasti betah berlama-lama. Demikian pula saya, terpaksa menunda beberapa janji karena memang masih ditemui dengan sangat hangat, jadi ewuh pakewuh mau pamit. Perlakuan penuh kasih sayang dan cinta memang mampu mengalahkan segalanya.
Tidak pernah menyangka bahwa saya akan diajak berkeliling pondok oleh Bapak dan Ibu. Meski tidak secara keseluruhan berhasil saya telusur sebab napas saya tersengal-sengal saat naik turun tangga tempat belajar pondokan yang tertata sedemikian anggun dan cantik, view pemandangan lepas ke hamparan lereng raung benar-benar membuat hati dan otak fresh dan plong.
Berkeliling ke tempat belajar siswa, perpustakaan, rest area (tempat khusus bagi yang ingin curhat, sambat dan tobat, heheh …) semua tertata sejuk nan asri dengan sentuhan estetika uniq menawan oleh Bapak Yai Nisful Laila (hanya berdecak kagum dengan kenjlimetan belialu berpikir, ndak nutut).
Rest area ini sungguh bangunan yang sangat menawan, meski semua bangungan memang tertata dengan estetika yang menawan. Ada ruang pertemuan di lantai dua yang menurut saya lebih nyaman daripada kita menyewa aula hotel untuk menyelenggarakan pertemuan atau pelatihan. Di lantai satu adalah tempat konsumsi dengan pemandangan lepas ke kolam ikan dan taman yang sejuk. Saya yakin para tamu akan fresh sepulag dari sana karena udara dan aura sejuk pasti merasuk ke hati. Ah, entahlah, yang jelas berada di sana membuat hati memang mak yess.
Apalagi pada saat bertemu dengan penghuni panti yatim piatu NurMoelyani, yang tentu saja masih dibawah asuhan pondok AsyShifa membuat hati semakin rontok. Ada 17 putri dan 14 putra usia SD sampai SMP/MTs, sedangkan yang bersekolah setingkat SMA sampai universitas bertempat di panti yatim piatu Mulyani di Malang. Semua mendapat bimbingan dan kasih sayang agar para putra dan putri yatim itu berhasil menuntaskan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Dari mana biayanya? Pasti ngitungnya tidak menggunakan mesin kalkulator buatan manusia.
Tak ada yang bisa saya ucapkan kecuali rasa syukur bahwa Allah memberi kesempatan kepada saya untuk kembali menengok dan tetap menjalin tautan kasih sayang dengan sebuah tempat di mana hati ini selalu penuh dengan cinta dan kasih sayang. Pondok Pesantren Asy shifa memang pengobat hati. Semoga Bapak Yai NIsful sekeluarga serta seluruh keluarga besar pondok Asy Shifa selalu dalam lindungan kasih sayang Allah. Aamiin YRA.
Balung, 24 Juli 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
