Merasakan Sinyal CInta yang Aduhai
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-357
# Tantangan Menulis Gurusiana
Sejak dua minggu terakhir ini sebenarnya desir tanda rindu telah terasa. Hanya saja saya tak mau menghiraukannya. Semua saya anggap hanya desir ringan yang akan berlalu dengan sendirinya ketika saya abaikan. Lagu lama yang harus harus saya pupus. Menenggelamkan diri dalam kegiatan selalu menjadi prioritas lebih ayik daripada melayani sinyal-sinyal rindu yang pasti akan hilang seperti biasa. So, just doing on my way!
Makin hari desir perhatian itu semakin kuat, sinyalnya semakin bertambah. Frekwensi kehadirannya semakin sering seolah ingin menguras seluruh perhatian saya agar segera tumbang dan takluk. Tapi saya tak ingin selemah itu. Saya kekkeh pada pendirian untuk menolak rasa dengan lebih tegas dan terus jalani apa yang ingin saya jalani. Bahkan saya beraktifitas lebih untuk melupakan semuanya. Saya tak ingin tumbang.
Namun intensitas sinyal kasih sayang itu semakin kuat. Saya pun tak bisa mengelak kecuali menerima dengan penuh syukur. Allah mengirim sinyal cinta yang rasanya sungguh aduhai sampai untuk bernapas saja serasa ditusuk belati. Saya harus segera mendapat penanganan medis dan istirahat. Demikian luar biasa cara Allah memberikan sinyal cintaNya. Otot punggung kejetit memaksa saya istirahat sehingga banyak kesempatan merasakan betapa luarbiasanya waktu bersama keluarga dan handaitaulan.
Terimakasih atas segala nikmat ini Ya Robb, memberikan peringatan dengan sangat mesra, mengingatkan untuk tetap melangitkan do’a. Mendo’akan dan meminta dido’akan. Menengok sekeliling dan membaca banyak hal. Tiada lagi yang bisa dilakukan kekcuali bersyukur atas segala nikmat yang selalu Allah curahkan meski saya sering lalai tak menghiraukan.
Tanpa kasih sayang Allah, tiada daya dan mampu manusia Ya Robb. Ampuni kami dan seluruh saudara serta handaitaulan. Jadikanlah kami umat yang beruntung selalu dalam rengkuh kasih sayangMu yang tak terhitung. Aaamiin Ya Robbal Alaamiin.
Balung, 21 Juli 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
