Sampai Kapan?
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-339
# Tantangan Menulis Gurusiana
Sampai kapan? Adalah tanya yang mengelayut dalam pekat gelap tanpa jawab. Lelah dalam ketidakpastian. Dan saya yakin tanya yang sama dalam pikiran pembaca. Baru kemarin membahas tentang persiapan pembelajaran tatap muka, tapi tiba-tiba harus daring lagi.
Kegembiraa menyambut tahun ajaran baru sepenuh harap bisa berjumpa anak didik kembali terhempas kandas. Pembelajaran tatap muka terpaksa tertunda lagi. Rindu ini kembali terbelenggu kelu. Bumi kita masih belum pulih dari sakit. Virus varian baru merebak tanpa permisi.
Ya Robb, kami paham bahwa Engkau selalu memberi yang terabaik, pandemic ini adalah peringatan karena kami telah lalai bersyukur atas nikmat sempat dan sehat. Bahkan, kami tetap mengabaikan peringatan demi peringatan.
Kini, ketika keadaan kembali beku dan waktu menguji kesabaran untuk menunggu, kami kembali bersimpuh keluh berharap dengan sepenuh do’a agar selalu sehat dalam lindungan kasih sayangMu yang tiada batas. Ya Rhob, tiada satu urusan yang berat bila Engkau meringankannya. Ampuni khilaf kami Ya Rhob, Semoga pandemic segera berlalu dan semua aktifitas kembali normal. Aamiin Ya Robbal alamiin.
Balung, 2 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
