Saya Berani tidak Pakai Masker!
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-356
# Tantangan Menulis Gurusiana
Sejak kemarin sore ba’da Ashar gema takbir berkumandang mengiringi persiapan bapak-bapak yang bekerja membuat tempat untuk penyembelihan hewan qurban pagi ini setelah salat Ied. Sementara para ibu sibuk memasak di dapur mempersiapkan “ambengan” untuk perhelatan selamatan sebagai ritual kebiasaan di masjid kami sebagai rasa syukur.
Tak terkecuali saya dan putri saya juga sibuk di dapur. Kami bekerja sambil bercanda. Sesekali kami mendengar salah satu petugas masjid, si yang ayah mengumumkan bahwa para jama’ah yang besok pagi akan melaksanakan shalat di Masjid Baitul Hakiem wajib mengenakan masker, mencuci tangan sebelum naik ke masjid dan mebawa sajadah sendiri-sendiri serta menempati shaff yang telah diberi tanda berjarak satu meter setiap orang. Berbox masker juga telah disiapkan.
Setahun yang lalu sebenarnya kami pun salat dengan protokol kesehatan yang sama. Namun kali ini makin ketat mengingat banyaknya korban covid berjatuhan. Mungkin saya telah lelah dan engap harus selalu pakai masker. Maka saya tegaskan pada suami bahwa hari ini saya TIDAK MAU PAKAI MASKER! karena saya dan anak saya akan salat berjama’ah dari rumah yang kebetulan hanya 1 meter dari shaff paling belakang, cukup buka jendela kamar. Semoga Allah menerima salat dan ikhtiar kami. Aamin.
Balung, 20 Juli 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
